Oknum Wartawan Membekengi Tambang Timah Ilegal dan Exsavator di Kawasan Hutan lindung

70

Parit tiga, SIGAP88 – Terjadi penambangan timah secara ilegal di kawasan hutan lindung ( HL ) Kebun Ubi Dusun Penganak Desa Air Gantang Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Konfirmasi wartawan kepada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung Marwan, melalui Bambang Antan Melyadi selaku pejabat Kesatuan Pengelolaan Hutan ( KPH ) menegaskan kepada wartawan, pihaknya segera melakukan pengecekan ke lokasi penambangan timah tersebut ( kebun ubi – red )

“Secepatnya kita akan lakukan pengecekan terhadap aktivitas penambangan timah yang menggunakan alat berat itu” karena daerah kebun ubi itu masuk wilayah hutan lindung ( HL ) dan hutan tanaman industri ( HTI ) Kata Melyadi kepada wartawan melalui sambungan telpon. Rabu ( 24/10/2018 )

Dari hasil investigasi wartawan dilapangan ada sekitar 7 unit tambang inkonvensional ilegal ( TI ) yang menambang dikawasan hutan tersebut dengan menggunakan escavator merk hitachi warna orange.

Di lokasi penambang, oknum wartawan yang bernama La Ara mengaku kalau escavator itu dia pengurusnya dengan alasan membantu warga setempat

Kepad wartawan la ara mengatakan agar jangan di foto dan diberitakan karena saya hanya membantu warga setempat untuk melakukan penambangan dikawasan hutan lindung tersebut ”ujar La Ara disalah satu warung kopi di Parittiga .Rabu ( 24/10/2018 )

La Ara juga berkali kali meminta kepada wartawan untuk menghapus foto-foto yang di abadikan awak wartawan.

Tidak berhenti sampai disitu, La Ara pun mengajak wartawan untuk ngobrol di warung dan berusaha membujuk wartawan agar lokasi itu tidak diberitakan

Akibat tak berhasil membujuk wartawan, akhirnya La Ara naik pitam dan mengaku bahwa dirinya juga seorang wartawan yang mempunyai surat tugas “Saya juga wartawan dan mempunyai surat tugas” tegas la ara

Saat wartawan ini meminta la ara menunjukan identitas sebagai wartawan, la ara tidak dapat menunjukan id card apalagi surat tugas selaku wartawan hingga akhirnya dia pergi meninggalkan wartawan dengan nada emosional

“Silahkan jika mau menulis/ memberitakan, tulislah dan jika sampai tambang dan excavotor tersebut di razia dari lokasi ( kebun ubi – red ) liat saja” ancam La Ara sembari meninggalkan wartawan media ini. (Imw).

Jika ada pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan silahkan menggunakan Hak Koreksi & Hak Jawab Via Email : redaksi@sigap88.com atau WA 0838 3025 3823 dan Telp 081 249 484 666 Sesuai UU No. 40/1999 Pasal 5 Tentang PERS
Content Protection by DMCA.com