Oknum Kades Kutoporong Ditangkap Polisi Mojokerto

0
557
Teguh Abadi, oknum Kepala Desa Kutoporong, Kecamatan Bangsal, Mojokerto (Tengah)

Aniaya Warganya Hingga Patah Tulang

Mojokerto, SIGAP88 – Teguh Abadi oknum Kepala Desa Kutoporong, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto ditangkap polisi lantaran menganiaya warganya sendiri hingga mengakibatkan patah tulang.

Pria yang seharusnya sebagai teladan warganya ini malah melakukan perbuatan melawan hukum.

Ironisnya dia berbuat nekat tiba-tiba masuk kerumah Wahyu Nardi lalu melemparkan paving ke Sukadah istri Wahyu Nardi Rabu (25/5/07/2018).

Badi sapaan Kades Kutoporong tak hanya melempar paving ke Sukadah, asisten rumah tangga Sampinah juga dilempari paving.

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery menjelaskan, Sukadah langsung menyelamatkan dirinya dengan lari ke belakang rumahnya.

“Akibat lemparan paving itu, Sampinah mengalami luka di tulang rusuk dan dilarikan ke RS Citra Medika, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur” ungkapnya, Jumat, (27/7).

Pria dengan tiga balok di pundak ini menegaskan bahwa “Pelaku berstatus kepala desa dan sudah ditetapkan sebagai tersangka karena tindakan penganiayaan,” tegasnya kepada wartawan

Pihaknya menambahkan, Saat perjalanan ke Polres Mojokerto, pelaku berperilaku aneh dan mengamuk. Petugas langsung menyelidiki pelaku karena diduga terpengaruh obat-obatan. Petugas juga melakukan tes urine kepada pelaku.

“Hasil dari tes urine, dinyatakan positif narkoba. Untuk motif penganiayaan yang yang dilakukan pelaku masih dalam penyelidikan oleh petugas,” tukasnya.

Tiga paving yang digunakan untuk menganiaya dua orang warganya telah diamankan petugas sebagai barang bukti.

“Pelaku bakal dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.”tandasnya

Pernah Direhabilitasi, Karena Pengguna Narkoba Aktif

Perlu diketahui, bahwa pelaku ini pernah menjalani rehabilitasi narkoba di Malang. Rehabilitasi itu terpaksa dijalani tersangka, karena tersangka merupakan pengguna aktif narkoba.

Foto : AKBP Suharsi (Ist)

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto, AKBP Suharsi mengatakan, Badi pernah menjadi pasiennya. Bahkan, dia (Badi-red) tercatat pernah dikirim ke panti rehabilitasi.

“Badi ini memang dulu pernah jadi klien kami dan sempat kita kirim untuk direhab di Malang,” ungkapnya, mengutip dari suaramojokerto.com.

Akan tetapi, baru beberapa hari menjalani rehabilitasi, Badi kemudian enggan melanjutkan proses penyembuhan ketergantungannya terhadap narkoba.

Namun, entah apa alasannya, baru seminggu menjalani rehabilitasi, itu Badi kemudian meminta pulang.

“Dia pengguna sabu, dan kita tidak bisa memaksa dia untuk direhab seterusnya, baru seminggu dia minta pulang,” terangnya.(Don/Red)

Komentar
Content Protection by DMCA.com