Njelimet! Pospera Jatim Pelototi Pengadaan Masker – Bantuan APBD Melalui Bank Jatim

203

Pasuruan, Sigap88 – Pengadaan 200 ribu masker dalam percepatan penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Kota Pasuruan dinilai lamban. hal itu disampaikan Pengurus DPD Pospera Jatim, Amin Suprayitno.

Menurutnya, pengadaan 200 ribu masker untuk masyarakat kota Pasuruan di tengah pandemi covid-19 yang seharusnya sudah dibagikan ke masyarakat awal bulan Mei, kini molor, dan baru kemaren baru didistribusikan ke masyarakat.

“Seharusnya, Pemerintah Kota Pasuruan ditengah pandemi covid-19 ini lebih memberdayakan UKM dan UMKM terkait dengan pengadaan masker, sehingga dapat sedikit mengurangi beban ekonomi masyarakat,” Ungkap Amin Suprayitno.

Beberapa pekan lalu, Pengadaan 200 ribu makser sudah disetujui oleh dewan, akan tetapi, dalam hal ini pemerintah kota Pasuruan tidak menyepakati apa yang menjadi penyampaian dewan, bahwa pengadaan masker di kota Pasuruan, bisa memberdayakan UKM dan UMKM.

“Padahal masalah anggaran Covid-19 sudah dibahas bersama banggar pada tanggal 9 April dan rapat Pansus tanggal 21 April lalu agar percepatan penanganan covid-19 segera terealisasi, termasuk pengadaan 200 ribu masker untuk masyarakat,” Terangnya.

Menurut Wakil Ketua DPD Pospera Jatim itu, keterlambatan pembagian masker oleh Pemkot, hal ini menandakan bahwa pemerintah tidak konsisten dan berbelit – belit terkait proses pengadaan masker yang dibeli dari Solo.

Selain pengadaan masker yang dinilai lamban, sistem yang diterapkan oleh pemerintah dalam memberikan bantuan sembako kepada masyarakat, dengan bekerja sama Bank Jatim, juga dianggap terlalu ribet, banyak proses yang akan menghambat laju pendistribusian bantuan.

“Kenapa harus bekerjasama dengan Bank Jatim, dan kenapa tidak kemudian dibagikan secara langsung sesuai kesepakatan Pemkot dan DPRD, di rapat pembahasan. nah, hal ini akan menjadi tanda tanya besar serta akan menjadi pantauan Pospera,” Kata Prayit.

Senada yang disampaikan Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Pasuruan, H. Abdullah Junaedy, ST, bahwa kebijakan yang diambil oleh Pemerintah, untuk bekerjasama dengan Bank Jatim terkait dengan penyaluran bantuan sembako, terlalu ribet.

“Kami sudah sepakati agar pembagian bantuan berupa sembako ke masyarakat, agar supaya dibagikan secara langsung pada penerima, tidak melewati pihak lain sehingga tidak mengulur waktu dalam pendistribusian bantuan ke masyarakat,” Jelas Jun, sapaan akrabnya.

Sampai saat ini, lanjutnya, Bank Jatim masih proses cetak kartu tanda penerima bantuan yang disertai barcode. nantinya, kartu tersebut digunakan penerima untuk mengambil bantuan di toko yang sudah direkomendasi oleh dinas terkait.

“Terkendalanya penyaluran bantuan melalui Bank Jatim, masih menunggu proses cetak kartu tanda penerima bantuan yang sampai saat ini belum selesai. menurut saya, sistem yang diterapkan oleh Bank Jatim ini, ‘Njelimet’, Pungkas Junaedy.

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE