Nelayan Camplong Kepung HCML

77

Sampang, Sigap88 – Ratusan masyarakat nelayan kecamatan camplong yang berasal dari 6 desa yang antara lain desa Dharma tanjung, desa sejati, desa Dharma Camplong, desa tambaan,  desa banjar talela dan desa tadan melakukan aksi demonstrasi ke tengah laut.

Berdasarkan pantauan dilapangan Sedikitnya 47 kapal nelayan (porsen)  milik nelayan dari 6 desa di kecamatan Camplong Sampang melakukan aksi demonstrasi ke HCML (husky cinooc madura limited) yang berada dilepas pantai Camplong Sampang Madura.

Para nelayan memulai melakukan aksi pada hari kamis tanggal 19/10/2017 dengan berangkat bersamaan di masing – masing desa.

Para nelayan berangkat jam 09.00 wib dari desa masing -masing dan berkumpul di tengah laut dekat platform HCML, setelah semua desa berkumpul dengan membawa 47 kapal porsen para nelayan langsung memulai aksinya dengan berorasi dan membentangkan poster – poster berisikan tulisan mengecam PT.  HCML.

Dalam orasinya “ZAINAL ABIDIN”  mengatakan warga camplong adalah warga terdampak, jadi hcml juga harus memperlakukan nelayan Camplong seperti masyarakat pulau mandangin,  laut ini juga wilayah kerja nelayan camplong kalau ada apa-apa warga nelayan dari Camplong juga akan merasakan dampaknya.  Tolong HCML segera melakukan pemetaan dan penelitian amdal kembali sehingga wilayah Camplong juga dimasukkan dalam ring satu serta tidak menganak tirikan masyarakah Camplong, tuturnya.

Sekedar merefres ulang.  Bahwa pada saat HCML melakukan penelitian amdal, UKL dan upl pihal HCML tidak memasukkan wilayah Camplong sebagai daerah terdampak sehingga dalam pemberian csr(corporate social responsibility)  maupuk COMDEV (comunity development)  nelayan camplong tidak masuk dalam dalam daftar bantuan tersebut sehingga menimbulkan gejolak yang sangat luar biasa.

Padahal kalau dilihat dari kasat mata lokasi ekspoitasi yang dilakukan oleh HCML  sangat dekat dari kecamatan camplong, oleh karena permasalahan tersebut akhirnya memancing emosi nelayan Camplong dan menuntut agar para nelayan tersebut tidak dianak tirikan dan di abaikan oleh pihak HCML.

Terpisah SYAMSUDDIN SH Anggota DPRD Kabupaten Sampang menuturkan “persoalan itu sebetulnya muncul dari saat pertama HCML  mulai eskplorasi dan awal ekspoitasi. Dari awal HCML datang kesampang sudah berkali-kali saya sampaikan entah itu kepada pemkab Sampang, pihak HCML  sendiri dan bahkan kepada SKK MIGAS jabanusa agar warga Camplong juga dimasukkan sebagai daerah terdampak agar tidak menimbulkan gejolak dan konflik horizontal ditengah-tengah masyarakat, akan tetapi mereka tidak mau mendengar dan justru mengabaikan.

Pemkab Sampang hanya berjanji akan mengkoordinasikan persoalan tersebut kepada pihak-pihak terkait tapi sampai saat ini hasilnya nihil.  Seandainya ada iktikad baik dari pemerintah dan korporasi saya rasa tidak akan terjadi demo seperti ini, tapi pemerintah dan korporasi tidak pernah mendengarkan keluhan masyarakat Camplong dan Akhirnya ricuh seperti ini. “pungkasnya.(Yus/Gusyam).

Jika ada pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan silahkan menggunakan Hak Koreksi & Hak Jawab Via Email : redaksi@sigap88.com atau WA 0838 3025 3823 dan Telp 081 249 484 666 Sesuai UU No. 40/1999 Pasal 5 Tentang PERS
Content Protection by DMCA.com