Narkoba Marak di Pulau Masalembu?

0
0

Ini Penjelasan BNN Sumenep

Sumenep I Sigap88 – Masyarakat Masalembu Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, diresahkan dengan adanya kegiatan penyalahgunaan Narkoba( Narkotika dan obat/bahan berbahaya), bahkan yang sering dikenal masyarakat sekitar adalah jenis Sabu-sabu

Mengenai hal itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep Bambang S memberikan langkah-langkah strategis untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan “barang haram” yaitu narkoba.

Terlebih jenis sabu-sabu yang akhir-akhir ini mulai tumbuh berkembang di kepulauan Masalembu Desa Karamian

“Harusnya di daerah tersebut membentuk relawan anti narkoba maupun masyarakat setempat punya progres dalam partisipasi soal maraknya “barang haram” tersebut. Salah satunya dengan terus menggelorakan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada masyarakat.” kata Kepala BNN Kabupaten Sumenep, Bambang, Selasa, (25/06)

Bambang menambahkan, “Karena pemberantasan narkoba ini, sebenarnya bukan hanya menjadi tanggungjawab BNN serta polisi saja. Tetapi menjadi tanggungjawab seluruh elemen masyarakat. Sebab peredaran narkotika, tidak mengenal usia,” paparnya

Dia menjelaskan, Kalau sekarang marak barang haram yang notabene pemakai adalah remaja dan anak-anak ada faktor lain, yaitu karena ketidaktahuan soal narkoba

Seharusnya, semua elemen masyarakat memberikan informasi tentang P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).

Bahkan menurutnya, pihak desa bisa menganggarkan melalui Dana Desa(DD) untuk program pencegahan anti Narkoba.

Yaitu dengan mengajak masyarakat ikut berpartisipasi, memberantas peredaran narkoba di wilayahnya masing-masing.

“sangat dibolehkan dan sudah diatur dalam Perbup Nomor 10 Tahun 2016 dilampirannya disebutkan 30 persen untuk pemerintahan, 70 persen untuk pembangunan infrastruktur,” paparnya

Sedangkan dalam pembangunan dibagi lagi menjadi tiga item pembangunan fisik, pembamgunan sosial dan pemperdayaan masyarakat

Jadi setiap desa boleh mengangarkan untuk program pencegahan anti Narkoba yang digagas oleh pemuda dan masyarakat melalui kepala desa setempat

“Kemudian pihak BNNK Sumenep untuk melakukan sosialisasi ke masalembu nunggu undangan, karena harus ada tim relawan anti Narkoba yang akan diberikan edukasi soal barang haram,” ujar Bambang

Strategis dalam pencegahan anti Narkoba adalah membentuk penggiat dikalangan masyarakat yang sudah diatur dalam Undang- undang Nomor 35 Tahun 2019 dipasal 104 dan pasal 108, masyarakat punya peran aktif untuk melaporkan setiap ada “barang haram” masuk ke desa setempat

“Maka peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk anak-anak Bangsa dalam mencegah maraknya barang haram agar bebas dari Narkoba jenis sabu-sabu,” imbunya. (Min)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE