Meutia, Wanita yang Catut Nama Jendral Dilaporkan

0
14462

Malang,Sigap88-Setelah sempat membuat geger warga pasuruan dan sekitarnya, akun facebook R Meutia Ridwan sempat menghilang dari khalayak ramai. Namun seiring berjalannya waktu, nampaknya wanita ini kembali membuat akun facebook baru dengan nama yang sama (Meutia Ridwan). Selama ini korban-korban yang merasa dirugikan oleh wanita tersebut selalu diam. Namun ternyata bertepatan dengan hari natal yakni 25/12/2018 nampaknya mulai ada yang melaporkan wanita paruh baya tersebut.

Meutia Ridwan, sekarang resmi menyandang status terlapor dengan nomor laporan :STPL/49/XI/2018/JATIM/RES MLG atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui Media Sosial (Medsos) pasal 27 ayat 2 UU ITE jo Pasal 49 UU ITE dengan ancaman hukuman Maksimal 4 Tahun Penjara dan atau denda sebesar Rp.1000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah). Meutia dilaporkan oleh seorang pengacara bernama Didik Lestariyono,S.H. ketika diwawancara oleh awak media, Didik mengaku merasa dicemarkan nama baiknya dengan kalimat-kalimat yang hdi posting oleh Meutia ke Media Sosial.

Foto : Meutia saat difasilitasi hak jawab oleh awak media Sigap88.com

“Kita sudah kumpulkan beberapa alat bukti, diantaranya scrensoot postingan-postingannya, saksi-saksi, bahkan kami juga siap untuk mendatangkan ahli bahasa, ahli IT dan ahli Pidana dalam perkara ini. Namun untuk proses lebih lanjut kami kembalikan kepada pihak kepolisian selaku pihak yang berwajib, guna menghormati proses hukum. Ujar Didik, pengacara yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Bidang Hukum dan Kebijakan Publik Pemuda Lira Jawa Timur tersebut. Didik menambahkan, bahwa pihaknya bersedia untuk memaafkan meutia apabila terduga pelaku meminta maaf secara terbuka kepada semua orang yang merasa dirugikan di Media sosial maupun di Media Massa atas semua tindakannya dan kebohongannya.

Dengan dilaporkannya Meutia Ridwan tentunya semoga bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat pada umumnya agar tidak sembarangan memposting tulisan-tulisan yang bersifat menghina atau bermuatan ujaran kebencian yang dapat dibaca oleh banyak orang. Kalo sudah begini, apa boleh diakata. Nasi sudah menjadi bubur proses hukum terus berjalan, semoga masyarakat semakin bijak dalam menggunakan media sosial.(RUD)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE