Meraih Lailatul Qadar

28

SIGAP88 | Lailatul Qadar adalah malam yang mulia. Salah satu malam istimewa di bulan suck Ramadhan. Malam ini digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Kitab suci umat Islam, Al Quran, juga diturunkan pada malam Lailatul Qadar ini.

Di malam Lailatul Qadar itu, sebagian besar masyarakat muslim pun menyibukkan diri dengan memperbanyak ibadah.

Hal ini dilakukan agar mendapat berkah dan rahmat dari Allah. Sebab, di malam mulia tersebut, setiap ibadah yang dilakukan akan berbuah pahala. Bahkan, pahala yang diberikan akan jauh lebih besar dan mulia daripada malam-malam lainnya.

Lantas, apa sajakah makna dan ibadah yang dapat dilakukan agar bertemu dengan malam tersebut?

Makna malam Lailatul Qadar

Sebagai malam yang mulia, Lailatul Qadar mempunyai makna yang begitu dalam. Lantaran makna inilah seorang muslim pun turut menghidupkan ibadahnya agar dapat hadir di malam tersebut.

Sebab dengan malam Lailatul Qadar ini akan setara ibadah 1000 bulan atau lebih kurang 83 tahun

Menurut penjelasan dalam buku Pengertian Malam Lailatul Qadar yang ditulis oleh H. Syaifullah Amin yang dikutip dari Tirto.id, kata al-qadar, yang menyusun frasa Lailatul Qadar, diartikan sebagai takdir atau penetapan. Bila kita artikan secara menyeluruh, Lailatul Qadar bermakna sebagai petunjuk hidup yang benar bagi umat Islam.

Karena di malam itu, Allah juga menurunkan Al-Quran sebagai pedoman hidup (way of life) yang mengatur segala urusan manusia menyelusuri kehidupan dunia yang fana

Selain itu, malam Lailatul Qadar juga dimaknai sebagai “malam yang sempit” karena Allah akan menurunkan para malaikat ke bumi untuk mengatur segala urusan. Jadi bumi pun digambarkan sempit lantaran dipenuhi oleh para malaikat.

Diriwayatkan dari Imam Muslim, “Malam itu adalah malam yang cerah, yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Imam Muslim, 762). Namun pendapat yang kuat, hadist ini mauquf, yaitu hanya perkataan sahabat

Karena tidak disebutkan waktunya, manusia pun harus ‘berburu’ malam Lailatul Qadar. Rasulullah juga ‘berburu’ malam Lailatul Qadar. Hal ini dibuktikan dari sebuah hadist Bukhari.

“Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata, ‘Rasulullah SAW ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, Beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah (dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sebagaimana amalan yang dilakukan Rasulullah ketika malam Lailatul Qadar tiba adalah dengan melaksanakan i’tikaf di Masjid

Karena saat ini musim pandemi covid-19 maka kita pergunakan i’tikaf di rumah saja

Lalu, Rasulullah juga menganjurkan umatnya untuk senantiasa bermunajat kepada Allah melalui doa-doa yang beliau anjurkan.

Antara lain, doa memohon ampunan seperti Allahumma innaka ‘afuwwun karim tuhibbul ‘affwa fa’fu ‘annidan Robbana atina fiduunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina adzabannar. Nantinya, setiap doa yang dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Oleh karena begitu mulianya malam Lailatul Qadar, banyak amalan yang bisa Anda lakukan agar mendapat berkah dan rahmat dari Allah SWT. Jadi, semoga kita menjadi salah satu umat Islam yang beruntung dapat bertemu dengan malam Lailatul Qadar itu.(*)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE