Mensos Kunjungi Korban Terdampak Puting Beliung Tambak Rejo Sidoarjo

928

Sidoarjo – Menteri Sosial(Mensos) Khofifah Indar Parawansa meninjau korban bencana alam puting beliung yang ada di Desa Tambak Rejo, Tambak Sawah dan Tambak Sumur, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (28/11)

Dalam lawatannya ke tempat pengungsian korban angin puting beliung, Ketua Umun Muslimat NU ini didampingi Wakil Bupati Sidoarjo H.Nur Ahmad Syaifuddin menyalami para korban keganasan angin yang terjadi pada 22 November 2017 lalu.

Kehadiran Menteri Sosial itu membawa harapan bagi warga yang terdampak musibah angin puting beliung.

Sebab, dari Kemensos sendiri memberikan bantuan berupa uang sebesar Rp 15 juta untukĀ  ahli waris korban jiwa.

Selain itu Mensos juga memberikan paket sembako, selimut, dan lainnya untuk para korban.

“Pada dasarnya sudah dilakukan oleh BMKG untuk memberikan informasi terkait dengan titik tertentu seperti angin `Cempaka` yang harus diantisipasi wilayah Jawa bagian tengah, mitigasi bencana sudah dilakukan supaya informasi terdistribusikan dan terhindar dari kemungkinan yang tidak diinginkan,” katanya di sela mengunjungi korban bencana putung beliung di Tambak Rejo, Sidoarjo.

Sejumlah wilayah di Kabupaten Sidoarjo masih dianggap rawan dengan bencana, salah satunya di daerah Desa Tambak Rejo.

“Sidoarjo masuk daerah rawan bencana,kalau di sini puting beliung, tetapi yang paling banyak adalah banjir bandang dan longsor, kalau longsor bisa terdeteksi dengan adanya retakan tanah,” tuturnya.

Sedangkan banjir, lanjut dia, bisa terdeteksi dengan adanya curah hujan tinggi dan daya tahan aliran air yang tidak mampu dibendung sehingga menerjang rumah pinggir sungai.

“Ada kaitan dengan daya dukung alam, titik mulai turun penyempitan dan pendangkalan banyak titik karena intensitas hujan tinggi sungai tidak menampung,” terangnya.

Ia mengatakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan terdapat 323 kabupaten kota rawan terhadap bencana alam dan sudah masuk dalam kategori risiko tinggi.

“Kementerian sosial bulan lalu sudah melakukan satu koordinasi melalui apel Tagana (taruna siaga bencana) di Tomohon untuk petakan potensi dimiliki kemensos,” katanya.

Saat ini, kata dia, terdapat anggota tagana 33 ribu dan 5.300 tagana psiko sosial serta sahabat tagana sebanyak 56 ribu yang terdiri dari orari jurnalis, artis pramuka, serta ormas pemuda.

“Saat ini, cadangan kebutuhan pokok beras yang bisa digunakan adalah sebanyak 278 ribu ton, empat hari lalu masih sebanyak 269 ribu ton,” ujarnya.(Han/Bib/Ant)

Jika ada pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan silahkan menggunakan Hak Koreksi & Hak Jawab Via Email : redaksi@sigap88.com atau WA 0838 3025 3823 dan Telp 081 249 484 666 Sesuai UU No. 40/1999 Pasal 5 Tentang PERS