Mengaku Ahli Waris, Aset Milik Pemkab Sumenep Disegel Warga

0
537

Sumenep sigap88- Sudah banyak aset daerah yang diklaim oleh mayarakat yang mengaku ahli waris. seperti yang telah terjadi penyegelan terhadap SDN Bencamara II Kecamatan Dungkek kabupaten Sumenep, Jawa timur pada hari senin 17/09 kemaren.

Sangat ironis sekali apabila pemkab Sumenep melalui Dinas Pendidikan tidak bisa menjaga asetnya, hal ini sudah banyak terjadi penyegelan lembaga SD sehingga korbannya adalah Anak calon generasi muda penerus Bangsa harus mengungsi untuk belajar.

Seperti apa yang di sampaikan sebelumnya oleh beberapa kepala sekolah, bahwa pihak kepala sekolah selalu melaporkan terkait dengan permasalahan yang sedang dialami oleh lembaganya seperti kepala sekolah SDN Bencamara II Imam Dainuri.

Imam Dainuri saat di hubungi melalui selulernya oleh salah satu anggota AJM (Aliansi Jurnalis Madura) mengatakan, dirinya sudah sering melaporkan tentang permasalahan tanah yang di atasnya berdiri bangunan SDN Bencamara II.

“saya sudah sampaikan ke Dinas, bahkan kemarin saat monitoring tiga instansi (Inspektorat, Disdik dan DPPKA) itu, saya serahkan saja ke mereka dokumen sekolah yang ada,” tukasnya.

Diberitakan oleh beberapa Media bahwa SDN Bancamara II di segel oleh orang yang mengaku ahli waris dengan menggunakan palang bambu yang di atasnya bertuliskan “Tanah Ini Milik Ahli Waris Munahyon Kohir No 1096 Persil No 44 Kelas 1D dengan luas kurang lebih 0162 ha (1620M2).

Sementara itu kepala desa Bencamara Alwi saat dihubungi melalui sambungan selulernya membenarkan adanya penyegelan terhadap SDN Bencamara II oleh ahli waris Munahyon.

“Dua tahun yang lalu Munahyon menunjukkan bukti kepemilikan lahan yang di atasnya berdiri gedung SDN Bancamara II, bahkan waktu itu akan di lakukan penyegelan, namun bisa di mediasi”, jelas Kades Alwi.

Dirinya (Kades Alwi -red) bersama Camat menghadap ke Diknas Sumenep agar permasalahan ini cepat di selesaikan, apakah tanah ini akat sewa atau kontrak kami tidak tahu, namun sampai saat ini tidak ada kejelasan sampai Gedung SDN Bancamara II di segel.

Wakil ketua DPKS (Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep) Badrul saat di konfirmasi terkait dengan permasalahan penyigelan SDN Bancamara II nengatakan masih mau mengkaji terlebih dahulu permasalahannya.

“DPKS empat bulan yang lalu duduk bersama dengan Diknas, membahas tentamg masih banyaknya aset Diknas termasuk lahan SD yang masih bermasalah dengan pihak yang mengaku ahli waris”, papar Badrul.

Dengan permasalahan ini pula DPKS berharap ada peningkatan pengkajian dan penyelesaian masalah aset yang di miliki oleh Diknas sehingga tidak mengganggu jalannya KBM.

Sementara itu, tim AJM mendatangi kantor Diknas untuk mengklarifikasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, A. Shadik melalui Kabid Dikdas belum bisa memberikan penjelasan karena masih ada rapat. (Koes)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE