Mantan Dirut PT Dok Perkapalan Surabaya Ditahan Kejati Jatim

0
3021

Diduga Terlibat Korupsi Rp. 63 Miliar

Surabaya | SIGAP88– Riry Syeried Jetta, mantan Direktur Utama (Dirut) PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), Rabu (15/5), menjadi tahanan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

Riry Diduga telah melakukan penyimpangan terhadap peraturan tentang pengadaan barang dan jasa, yaitu proses pengadaan kapal floating dok.

“Dari laporan diduga tersangka telah melakukan penyimpangan dimana kapal yang dipesan itu tidak pernah ada dan tidak pernah diterima sampai sekarang,” ujar Aspidsus Kejati Jatim, Didik Farkhan di sela penahanan Riry yang berlangsung hari ini di Rutan Kelas 1 Surabaya Cabang Kejati Jatim.

Didik menambahkan, Dirut PT DPS yang menjabat sejak 2014-2016 itu disangkakan turut melakukan korupsi bersama dengan tersangka Antonius Aris Saputra, selaku Dirut A&C Trading Network (ACTN) yang berkedudukan di Singapura (berkas terpisah).

PT Banner BaitiSholawat

Selain itu, pria 50 tahun itu diketahui tidak melibatkan tim yang telah dibentuk saat pengadaan, melainkan melakukan upaya pemalsuan data-data agar seolah-olah terjadi pengadaan barang sesuai ketentuan.

“Bahkan, banyak dokumen yang dibuat tanggal mundur (backdate),” ungkap Didik.

Mantan Kajari Surabaya ini mengungkapkan secara rinci bahwa kapal yang dipesan merupakan kapal eks Rusia buatan tahun 1973.

Artinya, usia kapal tersebut sudah lebih dari 43 tahun. Padahal sesuai peraturan menteri perdagangan No 75 tahun 2013, pengadaan barang bekas maksimal usia 20 tahun.

“Tersangka Riry yang telah kami tahan selama 20 hari ke depan ini, juga diduga telah melanggar beberapa peraturan tentang pengadaan barang dan jasa, termasuk Peraturan Menteri Perdagangan No. 75 tahun 2013 yang mengatur ketentuan impor Barang Modal bukan baru,” tegasnya

Disinggung apakah akan ada tersangka lain? Didik Farkhan menyatakan, masih mendalami keterlibatan pihak lain.

Namun, ia berjanji, segera menyampaikan ke publik apabila sudah mendapati tersangka lainnya.

“Nanti kita umumkan kalau sudah ada tersangka lain,” tegasnya.

Perlu diketahui, dalam pengadaan floating dok 8.500 TLC pada tahun 2015 itu, PT DPS telah mengucurkan uang senilai USD 4.500.000 atau setara Rp 63 miliar. (Don/sab)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE