Mantan Dirops Pelindo III Bebas

0
601

Surabaya SIGAP88 – Rahmad Satria, mantan Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) akhirnya bisa bernafas lega

Pasalnya, kasus dugaan melakukan pungutan liar (pungli) Dweling Time PT TPS yang disangkakan kepada lima orang termasuk dirinya

Dalam sidang kasus tersebut, Hakim Anne Rusiana dalam amaran putusanya membebaskan dari dakwaan jaksa penuntut Umum (JPU) di ruang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Rabu, ( 6/12/17) yang lalu.

Rahmat Satria dalam persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya
Putusan Hakim Anne Rusiana tersebut menjadi putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) sebab, kasasi kejaksaan Perak ditolak oleh Mahkamah Agung (MA) Sesuai putusan MA nomer: 818 K/pid.sus/2018. Tahun 2018 dengan Hakim ketua Surya Jaya.

PT Banner BaitiSholawat

“Alhamdulillah Mas, kasus saya sudah selesai dan putusan Pengadilan Negeri inkracht” ungkap mantan Direktur Operasi(Dirops) PT Pelindo III, Rahmad Satria baru-baru ini

Karena putusan Inkracht ini, otomatis akan mengembalikan dan memulihkan nama baik harkat dan martabatnya baik secara legal maupun sosial.

Sekedar diketahui, Tim Satgas Pungli dwelling time Bareskrim Mabes Polri bersama Ditkrimsus Polda Jawa Timur dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan operasi tangkap tangan (OTT)
terhadap Augusto Hutapea di Pelabuhan Tanjung Perak pada 1 November 2016 silam.

Setelah dikembangkan, kasus ini menyeret lima nama yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Kelima tersangka, selain Rahmad Satria yakni Direktur Utama Pelindo III, Djarwo Surjanto dan Istrinya Mieke Yolanda, juga Augusto Hutapea, dan Firdiat Firman. Tersebut terakhir adalah Manajer PT Pelindo Energi Logistik (PEL), ‘cucu’ perusahaan Pelindo III (Don/Han)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE