Mabes Polri Jemput Paksa Henry J Gunawan di PN Surabaya

0
551
Henry J Gunawan menggunakan baju biru saat sedang menelepon yang diduga pengacaranya , Rabu 8 Agustus 2018 di Pengadilan Negeri Surabaya

Surabaya, SIGAP88 – Penyidik Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menjemput paksa Bos Pasar Turi, Henry J Gunawan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (8/8/2018).

Direktur Utama PT Gala Bumi Perkasa, operator Pasar Turi Surabaya itu dijemput paksa oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Surabaya dalam kasus lain.

Dia diamankan polisi untuk menjalani penyerahan tahap kedua ke kejaksaan dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp240 miliar atas laporan dua rekannya dalam pembangunan Pasar Turi.

Henry tiba di PN Jalan Arjuno Surabaya sekitar pukul 10.00 WIB. Rencananya dia hendak menjalani sidang tuntutan untuk perkara dugaan penipuan dan penggelapan atas laporan sejumlah pedagang Pasar Turi.

Baru saja sampai halaman pengadilan, seorang penyidik menghampiri dan mengenalkan diri penyidik Bareskrim.

“Mari ikut kami ke Kejari Surabaya. Kami dari Bareskrim Mabes Polri. Kami jemput bapak untuk pelimpahan tahap dua,” kata salah satu penyidik pada Henry sambil menunjukkan surat penjemputan di halaman PN Surabaya, Jalan Arjuna, hari ini Rabu (8/8)

Henry kemudian membaca surat penjemputan tersebut. Lantas dia minta izin ke penyidik Mabes Polri untuk menelpon seseorang yang diduga kuasa hukumnya. “Prof ini saya lagi di PN, kok tiba tiba dijemput Bareskrim Mabes Polri. Bagaimana ini,” kata Henry melalui sambungan telepon.

Henry yang tampak tidak ingin menutup pembicaraan di telepon yang akhirnya membuat penyidik geram. “Ayo bawa saja ke Kejari. Ambil mobil patroli, terlalu lama, ayo ikut,” teriak salah satu penyidik sambil menggandeng Henry yang masih sibuk berbicara lewat telepon.

Sekedar diketahui, pelimpahan tahap dua ini sempat tertunda karena Henry mendadak sakit saat kasusnya dinyatakan P21.

BACA JUGA  ICHMI dan IKADMI Akan Berikan Bantuan Hukum Kepada Novel Baswedan

Henry terkapar di ambulan National Hospital yang saat itu (Senin, 9/7/2018). Dia diduga jatuh sakit usai bermain tenis meja.

Pada kasus ini, Henry sempat ditahan oleh penyidik Bareskrim Polri pada Jum’at (9/2/2018).

Namun beberapa hari kemudian dilepas atas penangguhan penahanan yang diajukannya. Henry dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 tentang Penggelapan.(Don/Kul)

Komentar
Content Protection by DMCA.com