Lukito Andrew Gunawan, Calon Kuat Ketua PBSI Kota Malang

0
122

Malang, SIGAP88 – Kota Malang, yang notabene banyak melahirkan atlet atlet bulu tangkis skala nasional, ini tidak terlepas dari campur tangan dari klub juga PBSI setempat. (2/8/218)

Namun kenyataannya, sampai saat sekarang, sulit sekali melahirkan atlet handal seperti dulu.

Bumi arema, pernah melahirkan Atlet Nasional seperti Johan Wahyudi, dia pernah juara 6 kali. Ini rekor yang sampai saat ini belum pernah ada yang menandingi.

Namun dalam perkembangannya saat ini di Malang, potensi lahirnya atlit-atlit bulutangkis kurang mendapat perhatian baik oleh pemerintah maupun oleh organisasi yang menaunginya.

Kota Malang, selama beberapa tahun belakangan ini perkembangan olah raga satu ini, bahkan terasa mati suri, karena kiprahnya sama sekali tidak pernah terdengar di masyarakat, begitu juga kegiatannya.

Berangkat dari keprihatinan inilah, Lukito, salah satu pecinta olah raga bulu tangkis dan juga seorang pengusaha yang ingin memperbaiki bahkan membuat gebrakan baru untuk kemajuan dan pergerakan bulu tangkis di kota Malang.

Lukito, saat di temui sigap88.com, di salah satu restoran kawasan jalan Ciliwung Kota Malang mengatakan, kehadiran saya dan ke inginan saya untuk berkencimpung dalam organisasi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di kota Malang, semata-mata berangkat dari rasa prihatin dengan kondisi bulu tangkis saat ini.

Selain kondisinya yang tidak menentu, keluhan terhadap penggurus organisasi bulu tangkis juga banyak saya dengar, sehingga peluang-peluang besar untuk melahirkan dan membina atlet-atlet muda berbakat menjadi terhambat.

Menurut catatan saya saat ini ada 8 klub yang berpotesi dan masih eksis di kota Malang.

Saya tidak mengerti kenapa ini terjadi, namun dari beberapa kali saya bertemu dan bertukar pikiran dengan para tokoh bulu tangkis di kota Malang, kondisi ini terjadi karena tidak adanya transparansi dan alur organisasi yang tidak jelas.

“Saya ingin berkecimpung di PBSI Kota Malang, semata-mata berangkat dari rasa prihatin dengan kondisi bulu tangkis saat ini, bahkan harus bisa bikin gebrakan baru,”. Jelasnya.

Sementara, David Suryanata, tokoh muda yang juga ketua dari klub Surya Naga mengatakan “untuk PBSI Kota Malang saat ini mengalami kemunduran, hal ini di sebabkan karena ketidak mampuan seorang ketua dan tidak terbuka dalam manajemen,” jelasnya.

Lanjutnya, menurut informasi yang kami terima dari KONI pusat, sebenarnya ada anggaran dari pemerintah pusat sebesar 75 juta rupiah per tahun untuk PBSI kota Malang, namun anggaran ini tidak pernah transparan alokasinya.

Tapi buat saya hal ini tidak lah penting, yang terpenting saat ini adalah bagaimana PBSI kota Malang ini bisa di perbaiki organisasinya dan bisa berjalan sesuai dengan yang seharusnya, serta mampu membangkitkan lagi gairah olah raga bulu tangkis di kota Malang, ungkap pria asal Ende ini.

Terkait masalah dukungan, David menjelaskan, bahwa kami siap mendukung dan ada 4 pendukung yang siap untuk memenangkan bapak Lukito, jelasnya.

Ini semata-mata bukan ambisi pribadi saya, tetapi ini adalah dorongan dan keinginan semua klub yang mempunyai visi misi bersama, untuk membangkitkan bulu tangkis di kancah regional, nasional bahkan internasional.

Saya membawa program idustrilisasi profesional manajemen dalam PBSI kota Malang untuk kedepan, dan saya harap dengan program ini maka akan lahir atlet-atlet bulu tangkis muda yang berkelas dan layak untuk di banggakan, bahkan punya harga yang tinggi untuk di jual di kelas nasional bahkan internasional.

Dengan manajemen yang profesional saya yakin bahwa organisasi PBSI kota Malang akan hidup dan menjadi ruang kehidupan bagi atet bulu tangkis dari kota Malang nantinya.

Selain dari organisasi yang harus di kelola dengan profesional, perhatian terhadap atlit-atlit yang pernah jaya pada masanya juga harus mendapat perhatian terutama tentang keberlangsungan hidup mereka secara ekonomi. (Thur)

Komentar
Content Protection by DMCA.com