Lujeng: Skor Hasil Debat Walikota Pasuruan Adalah Penipuan Publik

44

Pasuruan, Sigap88 – Menanggapi beredarnya skor hasil debat Calon Walikota Pasuruan 2020 yang digelar oleh KPU Kota Pasuruan, pada Sabtu (5/12) di Studio JTV, Direktur Pusat Studi & Advokasi Kebijakan, Lujeng Sudarto mengingatkan kepada warga Kota Pasuruan untuk mengabaikan lalu lintas informasi skor debat yang tersebar di media sosial yang mengarah kepada hoax.

Hal itu dikatakan Lujeng, menjelang coblosan pada 9 Desember pada Rabu besok, Lujeng menanggapi secara kritis skor hasil debat Calon Walikota Pasuruan, yang dinilai tidak tidak jelas lembaga yang melakukan Research maupun bagaimana metodologi dan siapa Respondenya.

“Namanya skor itu secara statistik kalau dihitung dan dijumlah menjadi 100 poin, berapapun jumlah calonnya. Kalau seperti yang sudah beredar, tidak jelas lembaganya yang melakukan Research, bagaimana Metodologinya, siapa Respondenya, kapan dilakukan dan dimana pengambilan Sampling, kok tiba-tiba muncul skor semacam itu,” Katanya.

Lujeng mengungkapkan bahwa, skor hasil debat yang beredar, sangat jelas sekali bahwa hal itu sudah dipersiapkan secara ‘ngawu’ dengan pretensi untuk penyesatan informasi.

“Masak belum ada satu jam pasca debat, sudah beredar hasil skor tersebut di media sosial. Dan anehnya yang beredar hanya di jagat medsos Pasuruan saja. kelihatan sekali kalau sudah dipersiapkan secara ngawur dengan pretensi untuk melakukan penyesatan informasi,” Tegasnya.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Lujeng ini, skor hasil debat itu terlihat sekali kalau dibuat secara asal – asalan dan tidak konsisten.

Saya sudah ngecheck di media sosial beberapa kota-kabupaten yang menyelenggarakan debat publik pada Pilkada serentak 2020. tidak ada yang memviralkan hasil skoring debat antar calon kepala daerah. dan jika ada hasil skor debat dari Kabupaten lain, itu pun juga akal-akalan agar dianggap hasil skor debat di Kota Pasuruan itu benar,” Ujarnya.

Skor Hasil Debat Calon Walikota Pasuruan, yang dianggap HOAX serta penyesatan informasi

Selain itu, Lujeng meyakini bahwa, ini perilaku semacam itu sangat manipulatif, sengaja pamer kebodohan diruang publik dan postingan hoax tersebut adalah kesengajaan penggiringan opini yang ditujukan untuk membuat image tidak fair,” Lanjutnya.

Meskipun demikian, siapapun pembuat skor itu, secara pribadi Lujeng tidak respek, karena hal itu dianggap bagian dari penyesatan informasi dan pembodohan publik yang sengaja dikin sendiri dan dipercayainya sendiri, serta mengajak orang lain untuk percaya.

“Nah, sebutanya apa kalau bukan pamer kebodohan di media sosial. Bukan hanya membodohi orang lain, justru kentara sengaja membodohi diri sendiri. Aktivis itu mestinya menampilkan sikap kritis, bukannya malah melipatgandakan kebohongan di ruang publik.” Jelas dia.

Dalam kontestasi Pilkada menurut Kang Lujeng, siapapun berhak untuk memenangkan calon pendukungnya, tapi harus tetap mengedepankan fatsoun politik dan tidak harus menggunakan cara – cara manipulatif yang menipu, yang akhirnya menyuguhkan sebuah informasi palsu.

“Siapa saja berhak untuk memenangkan calon yang didukung, tetapi mestinya tetap mengedepankan fatsoun politik, tidak mengumbar cara-cara yang manipulatif dan cenderung menipu. Menyuguhkan informasi palsu itu adalah perbuatan tidak terpuji, jika dilakukan dalam ranah kontestasi kepemimpinan, sangat mungkin akan menghasilkan kepemimpinan yang tidak etis pula,” Tandas Kang Lujeng.

Berkaitan dengan hal ini, Lujeng, justru menantang kepada masing-masing calon untuk mengumumkan hasil survey internal mereka yang berasal dari lembaga survey yang terpercaya dan sudah diakui kredibilitasnya kepada publik.

“Silahkan melakukan political claim, dan biarkan publik menilainya sendiri secara kritis, toh nanti pembuktiannya pas pada pemungutan dan penghitungan suara, siapa yang lebih dipercaya oleh warga Kota Pasuruan,” Pungkasnya. (Gun)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE