Lujeng: Deteksi Dini ‘Cukong’ di Pilwalkot Pasuruan 2020

29

Pasuruan, Sigap88 – Pesta Demokrasi pada Pilkada Kota Pasuruan 2020 yang sudah semakin dekat, Direktur Lsm Pusat Studi Advokasi dan Kebijakan (Pusaka) Lujeng Sudarto mendatangi Kantor Bawaslu Kota Pasuruan, Jum’at (20/11).

Kedatangan Lujeng Sudarto bersama beberapa Lsm, untuk memberi dukungan moral kepada Bawaslu dalam melakukan pengawasan di Pilkada yang digelar pada 9 Desember mendatang.

“Kedatangan kami kesini, untuk memberikan Suppor moral agar Bawaslu lebih fungsional untuk menjalankan fungsinya didalam pengawasan penyelenggaraan Pilkada Kota Pasuruan,” Ujar Lujeng Sudarto.

Hal Ini dilakukan untuk mendeteksi dini potensi adanya politik uang yang akan berpengaruh terhadap perilaku pemilih yang tidak sehat.

Dikatakan Lujeng, bahwa contoh sumber politik uang itu bisa jadi dari pendana, ada cukong ada yang memodali.

“Kalau itu terjadi, maka berlaku adodium tidak ada makan siang yang gratis. dan itu berpotensi penentuan calon pemimpin Boneka, yang bisa dikendalikan oleh cukong dan para bandar,” Katanya.

Menurut Lujeng, tatakelolah yang koruptif, itu diawali dengan proses Pilkada yang tidak sehat dan koruptif. “Ada peran cukong dan bandar yang mendanai peserta kontestan. dan kalau terpilih, outomatis akan terjadi transaksi, sebuah penguasaan proyek – proyek yang ada,” Ungkapnya.

Saat ditanya calon mana yang berpotensi melakukan itu, Lujeng menjelaskan bahwa, Ia hingga saat ini tetap menjaga jarak dari para semua calon.

“Ini yang sudah kita investigasi dan mulanya itu adalah pendistribusian kepada calon, atau kepada tim. tim ini yang akan mendistribusikan kepada kelompok masyarakat yang nanti akan ditugaskan membagikan duwit,” Tandas Lujeng.

“Kami menduga, bisa jadi melalui forum ke agamaan, forum sosial dan sebagainya. nah di forum itulah nanti terjadi transaksi,” Kata dia.

Lujeng menjelaskan, untuk mendeteksi dini adanya potensi praktek – praktek politik uang dalam Pilkada Kota Pasuruan, pihaknya sudah persiapkan 100 tim yang akan disebar di seluruh kota Pasuruan.

“Kami sudah persiapkan 100 orang tim untuk melakukan investigasi ke seluruh forum sosial dan termasuk forum keagamaan,” Jelasnya.

Selain itu, lanjut Lujeng, Peran Bawaslu harus pro aktif. Bawaslu tidak boleh hanya menunggu atau hanya menjemput ketika terjadi pasiv. kalau memang terjadi ada pelanggaran yang dilakukan oleh KPU, Bawaslu harus manggil dia. itu fingsi dia.

“Saya tidak menginginkan skandal Setiyono, itu terulang lagi didalam pasca Pilkada 2020,” Kata Lujeng.

Lujeng juga menegaskan, “Kalau terjadi politik uang dan sebagainya, kemudian pelanggaran tidak ditindak oleh Bawaslu, kita sangat mungkin akan melakukan aduan ke Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu,” Tukasnya.

Sementara, Anggota Bawaslu Titin menanggapi, pihaknya sangat apresiasi apa yang dilakukan Lujeng, “Kalau ada laporan pelanggaran dari masyarakat kami akan langsung bertindak,” Ujar dia. (Gun)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE