Lelang LPSE Sumenep Dinilai Tidak Fair

411

Sumenep | Sigap88 – Hasil keputusan LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) yang bertugas untuk menyeleksi kelayakan perusahaan (PT/CV) yang mengikuti proses lelang tender. Dan pada beberapa hari lalu telah mengumumkan pemenang tender dengan pekerjaan Pembangunan RSUD Arjasa paket 1 yang menunjuk CV. Buana Ema Raya sebagai pemenang tender.

Hal itu membuat Direktur CV. Al-Angkabut merasa kecewa dengan keputusan LPSE yang memenangkan CV. Buana Ema Rraya dalam pekerjaan Pembangunan RSUD Arjasa paket 1 dari unit kerja Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Kabupaten Sumenep

“Kami menganggap kurang fair keputusan LPSE yang telah memutuskan pemenang tender untuk pekerjaan Pembangunan Gedung RSUD Arjasa Paket 1,” kata Direktur Al-Angkabut Rofiki. Kamis (09/04/2020)

Dari keterangan Rofiki, bahwa CV Al-Angkabut yang dimilikinya sudah lengkap dan sebelum keputusan dari LPSE diambil CV. Al-Angkabut adalah peringkat teratas

“Pihak LPSE menyampaikan bahwa CV. Al-Angkabut tidak menyertakan daftar peralatan utama dan daftar personel managerial, sebagai lampiran persyaratan,” kata Rofiki.

Namun, Rofiki menegaskan bahwa, dokumen yang dimaksud sudah lengkap semua.

Pihaknya juga telah melayangkan sanggahan kepada LPSE secara elektronik namun sampai saat ini belum ada jawaban.

Bahkan, pihak Direktur CV. Al-Angkabut siap untuk uji forensik terkait dengan segala persyaratan yang telah kami sertakan. “Saya nilai keputusan LPSE ini hanya mencari celah kesalahan agar kami tidak memenangkan tender pembangunan Gedung RSUD Arjasa paket 1,” tegasnya.

Sementara, anggota LSM JCW (Jatim Corruption Watch) Sufriadi, mengatakan terkait dengan keputusan LPSE yang memenangkan CV. Buana Ema Raya sebagai pemenang tender pembangunan gedung RSUD Arjasa paket 1

“Kami duga keputusan LPSE dalam proses penentuan pemenang tender pekerjaan pembangunan gedung RSUD Arjasa kepada CV. Buana Ema Raya tidak fair,” kata Adi

Bahkan Adi menganggap LPSE diduga telah melakukan kebohongan dan pelanggaran dalam proses evaluasi administrasi, kualifikasi teknis dan harga

“Kami menduga LPSE tidak melakukan evaluasi dengan benar, diduga telah melakukan pelanggaran hukum dengan mengatakan CV. Al-Angkabut tidak menyertakan daftar peralatan utama dan daftar personel managerial, dan kami duga pula LPSE telah melakukan KKN dengan mengatakan pemenang tender kepada CV. Buana Ema Raya yang penawarannya jauh lebih tinggi dari CV. Al-Angkabut yang jelas tidak menguntungkan kepada Negara,” tegas Adi. Bersambung

Editor : Tim SIGAP88
sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE