Kuasa Hukum R. Soehartono Menganggap Disperindag Telah Menyerobot Tanah Milik Kliennya

288

Sumenep | SIGAP88 – Tanah seluas 1,5 hektare yang berada di wilayah desa Batuan Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur dengan Nomer persil 34 atas nama kepemilikan R. Soehartono yang mendapatkan warisan dari orang tuanya R. Soemar’oem (mantan Bupati Sumenep) kini di klaim oleh Disperindag Sumenep.

Kamarullah, SH selaku kuasa Hukum, R. Soehartono dalam jumpa persnya menyampaikan, tanah seluas 1,5 hektar dengan persil 34 di wilayah desa Batuan benar benar hak kepemilikan R Soehartono bin Soemar’oem (Mantan Bupati Sumenep).

“Berdasarkan akte jual beli dan data yuridis dari kantor pertanahan dan juga putusan Pengadilan PT TUN mulai dari tingkat pertama, banding sampai Mahkamah Agung dan Kasasi, pihak kita tetap dinyatakan sebagai pemilik yang sah,” kata Kamarullah. Senin (02/12/2019)

Bahkan dalam putusan pengadilan Negeri Sumenep dan putusan pengadilan tinggi Surabaya. “Secara de facto dan de jure tanah ini dikuasai oleh kita (R. Soehartono) baik secara hukum dan fisik,” jelasnya.

Namun, menurutnya, moro moro ada pekerjaan proyek yang pelaksanaan tugasnya dari Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Sumenep akan membangun di atas tanah kepemilikan Klien kami.

“Kami menganggap Pemerintah Sumenep telah mencaplok tanah hak kepemilikan orang lain (R. Soehartono) tanpa prosedur dan dasar hukum yang benar,” ungkapnya.

Bahkan tanah tersebut sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dari semua putusan pengadilan dan putusan PT TUN dan pengadilan Negeri.

“Kami juga menganggap ini adalah unsur pidana umum yang diantaranya penyerobotan tanah hak milik orang lain, dan tindak pidana korupsi masyarakat berhak melakukan audit dan melakukan laporan baik kepada KPK, Kejaksaan atau institusi Polri,” tegasnya.

Langkah hukum yang akan dilakukan nantinya menurut Kamarullah adalah melakukan pelaporan tindak pidana korupsi yang dilakukan pemerintah Sumenep dan melakukan gugatan terhadap Disperindag secara perdata apabila hal ini tetap di lanjutkan.

Sementara Kepala Disperindag Sumenep Agus Dwi Saputro saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya mengatakan, tanah yang disebutkan adalah tanah Pemerintah daerah Kabupaten Sumenep hasil membeli dari RB. Mohammad Asis

“Tanah tersebut hasil membeli dari RB Muhammad Asiz dengan harga Rp 8 milyard pada bulan Desember tahun 2018, dan telah disertai bukti pelepasan tanah,” kata Kadis Agus.

Bahkan, kata Agus pihak penjual tanah (RB Mohammad Asis) mengatakan bahwa tanah tersebut tidak dalam sengketa. “Apabila nanti tanah tersebut bermasalah maka dirinya siap bertanggung jawab,” jelasnya.

Namun, pernyataan Kepala Disperindag mendapat tanggapan dari Kamarullah SH sebagai Kuasa hukum R Soehartono apabila, Pemda membeli tanah seluas 1,5 tersebut pada tahun 2018 sedangkan Tanah tersebut, pernah menjadi sengketa pada Tahun 2014 dan dimenangkan oleh R. Soehartono. “Ini sangat tidak masuk akal kalau pembelian tanah tersebut di tahun 2018 sedangkan sengketa tanah tersebut di tahun 2014 dan di menangkan oleh R. Soehartono, dan hal ini dipastikan Pemda tahu dan paham,” pungkas Kamarullah. (Koes)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE