Kuasa Hukum Korban Penipuan 2,8 Milyar Pertanyakan Proses Hukum Ke Kejari Sumenep

0
369

Sumenep | sigap88 – Kasus penipuan yang dilakukan oleh tersangaka Hery Soegeng purnomo (ipoeng) terhadap korban Rahman Sutiyono (iyon) yang mana Korban pada 11 Mei 2019 lalu saat meninta dananya untuk dikembalika kepada terduga Ipoeng, karena tidak ada kepastian dari jawaban Ipoeng sehingga korban hendak mengakhiri nyawanya sendiri dengan menusuk perutnya beberapa kali dengan memakai benda tajam.

Menurut kuasa hukum Iyon, Kamarullah tersangka Ipoeng telah melakukan penipuan terhadap Iyon uang sebesar 2,8 milyar, sehingga mempertanyakan proses hukumnya kepada kejaksaan Negeri Sumenep, Madura, Jawa timur.

Menurutnya, kami melakukan upaya pelaporan kepada Polres Sumenep dan telah dilakukan pemeriksaan sampai menjadi tersangka.

“Kami mendapat informasi, bahwa Ipong berkoar koar, dirinya tidak akan sampai di tahan dikarenakan mempunyai koneksi dengan para petinggi kejaksaan di Jawa timur,” kata Kamarullah, Senin (24/06/2019)

Bahkan, apabila berkasnya sudah dilimpahkan dari kepolisian ke Kejaksaan, tersangka harus ditahan.

“Selama ini tersangka Ipoeng tidak koperatif, selalu menghindar apabila akan dilakukan pemeriksaan, dengan alasan sakit, dan semacamnya, bahkan telah melakukan gugatan praperadilan namun ditolak,” ungkapnya.

Sejauh ini yang membuat molornya proses hukum dikarenakan terduga Ipoeng selalu berbelit belit dan selalu mangkir dalam panggilan, bahkan informasi santer diluaran, terduga Ipoeng tidak bakalan dilakukan penahanan di lingkungan kejaksaan.

“Yang kami pertanyakan proses hukum tersangka Ipong apabila tidak dilakukan penahanan maka akan memberikan dugaan buruk pada proses hukum ini,” paparnya

Jadi, harapan kami, mohon kepada kejaksaan agar melakukan penahanan kepada tersangka Ipong apabila berkas sudah diterima oleh kejaksaan.

Bahkan, Kamarullah menilai tersangka,merupakan orang dholim dikarenakan, saat peristiwa bunuh diri yang dilakukan oleh Korban Iyon, pihak tersangka malah membiarkan korban bersimbah darah tanpa ada inisiatif untuk menolongnya.

“Tidak ada satu alasan apapun terhadap kejaksaan untuk tidak melakukan penahanan terhadap terduga Ipoeng, karena dia sudah berbelit belit, menyulitkan jalannya pemeriksaan,” pungkasnya.

Sementara, korban Iyon berharap agar kejaksaan bisa memberikan vonis terhadap terduga Ipoeng seberat beratnya apabila tidak ada niat untuk menyelesaikan semua dana yang telah dia gelapkan.

“Ini adalah murni penipuan karena terduga Ipong menjanjikan proyek, namun sejauh itu jangankan proyek, dana yang sudah masuk tidak kembali,” jelas Iyon.

Sedangkan menurut Kasi Pidum kejaksaan Sumenep, Benny menyampaikan sampai saat ini tersangka dalam kewenangan penyidik kepolisian.

“Sampai saat ini berkas belum diserahkan kepada kami dari penyidik Polres Sumenep, namun menurut informasi berkas dan orangnya akan diserahkan hari ini kepada kami, Kejaksaan Negeri Sumenep dan apabila itu benar, akan segera kami proses tahap ke II” kata Benny. (Koes)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE