Kualitas Beras BPNT Bermasalah, Ketua Fraksi PPP Sumenep Angkat Bicara

727

Sumenep | SIGAP88 – Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep angkat bicara terkait carut marutnya sistem regulasi BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), sehingga menuai protes dari masyarakat adanya beras yang tidak layak konsumsi bahkan bisa meracuni bagi yang mengkonsumsi.

H. Latif yang kini duduk di Kursi DPRD Sumenep sangat prihatin mendengar keluhan masyarakat tentang beras yang di terimanya, tidak layak konsumsi.

“Ini perlu ditelusuri mengenai sistem regulasi, karena kita harus bongkar para mafianya terlebih dahulu dari sistemnya, dari mana beras tersebut, siapa Suppliyer dan pengawasnya,” kata H. Latif, Kamis, (16/1/2020)

Bahkan, alumni PP. Annuqayah ini dengan tegas mengatakan, yang bertanggung jawab adalah pelaksana yang masuk dalam regulasi tersebut.

“Saya tegaskan, akan mengadukan hal ini kepada Polres Sumenep sebagai penegak hukum, agar secepatnya membongkar oknum oknum yang merugikan masyarakat kecil.” imbuh pria yang berangkat dari Dapil I ini

Mirisnya, kata H.Latif, pernyataan dari salah satu pelaksana regulasi tersebut bahwa, orang miskin memang makan beras jelek, beda dengan yang dimakan oleh orang kaya.

“Ucapan ini sangat bertentangan dengan amanat UUD 45 yang menyatakan sebagai warga Indonesia mempunyai hak yang sama,” ungkapnya.

Tidak tanggung tanggung, dirinya sebagai ketua Fraksi PPP di DPRD Sumenep bertekad hari ini, Kamis (16/1/2020) akan datang ke Polres untuk mengadukan permasalahan ini, dan minta secepatnya permasalahan ini di selesaikan dan di tindak.

“Saya hari ini ada agenda menghadap ke Kapolres langsung untuk mengadukan permasalahan tersebut dan para oknum didalamnya di tindak tegas,” pungkasnya(Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE