Kopdar WAG Padang Howo ke- 5, Bahas Permasalahan Banjir dan Infrastruktur

206

Pasuruan, Sigap88 – Whats’App Group Padang Howo (WAG PH) untuk yang ke lima (5) kalinya menggelar acara silaturahmi kopi darat (kopdar), pada Selasa (14/1/20).

Acara kopi darat (kopdar) yang digelar di Jalan Dr Wahidin Sudiro husodo, Gang 5 A No. 8 kelurahan Purutrejo kecamatan Purworejo, kota Pasuruan ini bertemakan ‘Menjalin Persatuan Menuju Pasuruan Yang Sejahtera’.

Kopdar WAG Padang Howo yang ke- 5 ini agak berbeda dari acara kopdar sebelumnya yang sudah digelar. pasalnya, kalau dulu para undangan yang hadir hanya disuguhi dengan tontonan politik dan pemerintahan, kali ini ada nuansa religius yang menyentuh hati para anggota WAG.

Sebelum acara kopdar dimulai, dengan update pembahasan mengenai infrastruktur pembangunan dan dampak banjir di lingkup kota Pasuruan, terlebih dahulu beberapa anggota tengah menyantuni puluhan anak yatim dan kaum dhu’afa.

“Banyaknya donasi penyumbang dari anggota group, yang menginginkan acara kopdar WAG PH ke- 5 ini agar supaya bermanfaat dan dirasakan juga oleh warga sekitar, sehingga kita berbagi dengan anak yatim dan kaum dhu’afa,” urai Amin Suprayitno, Admin WAG PH seusai acara.

Para undangan yang hadir dalam acara sarasehan kali ini tergolong banyak, lebih dari 100 anggota WAG PH dari berbagai elemen masyarakat turut hadir membaur menjadi satu warna.

Ketua DPRD kota Pasuruan, H. Ismail Marzuki, dan perwakilan dari Plt. Walikota Teno, turut hadir di momen yang akan membahas permasalahan seputar pemerintahan kota Pasuruan, terkait dengan beberapa pembangunan infrastruktur yang terbengkalai (mangkrak) serta banjir yang menggenangi di beberapa titik di kota Pasuruan.

Amin Suprayitno, penggagas WAG PH menilai bahwa, adanya beberapa bangunan yang ‘mangkrak’, disebabkan karena adanya perencanaan dalam penggunaan anggaran pembangunan oleh pemkot Pasuruan, yang kurang maksimal.

“Perencanaan penggunaan anggaran pembangunan oleh pemkot Pasuruan, ini kurang maksimal sehingga ada beberapa bangunan yang sudah berdiri, kurang produktif, belum lagi bangunan yang ‘mangkrak’ sehingga harus menunggu tahun depan untuk melanjutkan pembangunan. ini harus segera dievaluasi agar penggunaan anggaran pembangunan di kota Pasuruan, tepat guna,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Amin Suprayitno, banjir yang menerjang di beberapa wilayah di kota Pasuruan, ini juga menjadi tanggungjawab pemkab Pasuruan, yang diakibatkan dari penggundulan hutan yang semakin parah di wilayah kabupaten Pasuruan, sehingga mengurangi penyerapan.

“Hujan deras serta adanya beberapa saluran air yang mampet, mengakibatkan beberapa wilayah di kota Pasuruan tergenang air, ini juga tidak lepas dari banyaknya hutan yang gundul di wilayah pemkab sehingga penyerapan air berkurang,” tandas Prayit.

“Kami berharap agar pemkab Pasuruan bertanggungjawab dalam menanggulangi banjir di kota Pasuruan, dengan menjaga serta merawat hutan lindung agar penyerapan air melalui eko sistem yang ada selalu terjaga dengan baik,” tutup Prayit. (Gun)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE