Ketua Kadin Sumenep: Sebagai Regilator Pemerintah Mempunyai Kebijakan Dalam Niaga Tembakau

160

Sumenep | Sigap88 — Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumenep Hairul Anwar merasa prihatin kepada nasib petani tembakau, dikarenakan sampai saat ini standart harga tembakau belum ada kepastian.

Karena menurutnya, sampai saat ini tidak ada keseimbangan harga tembakau di petani. Dan tidak adanya regulasi yang pasti dari Pemerintah untuk bisa melindungi petani dan pabrikan dalam mewujudkan tata kelola niaga tembakau.

Pemerintah mempunyai kebijakan maka dari itu peran pemerintah sebagai regulator memberikan suatu langkah dalam mewujudkan niaga tembakau yang bisa menguntungkan pihak petani sebagai pengadaan barang (tembakau).

Sehingga, tidak terjadi ketimpangan antara petani dan pengusaha (pabrik). “Selama ini yang ada petani selalu merugi, maka jangan sampai terjadi yang kecil termakan oleh yang besar,” kata ketua Kadin Hairul. Kamis (27/8/2020).

“Kalau petani selalu merugi maka banyak petani yang enggan untuk tanam tembakau, buktinya sekarang saja banyak petani yang mengurangi tanamannya, karena takut merugi terus,” ucapnya.

Pada dasarnya menurut Hairul, pemerintah mempunyai fungsi untuk mengatur tata niaga tembakau untuk melindungi petani dan pembeli (pabrikan), sehingga terwujut niaga tembakau yang sama sama terlindungi.

“Tembakau ini kan bisnis. Sehingga antara petani dan pabrikan harus sama-sama saling diuntungkan,” tegasnya.

Selayaknya, kata Hairul, petani harus di bina dalam sebuah organisasi yaitu Koperasi, karena melalui Koperasi antar sesama petani mempunyai saham yang di ikat dan orientasinya jelas.

“Selain regulasi yang jelas petani harus berada dalam suatu wadah yang disebut Koperasi. Karena selama ini tidak ada petani yang berada dalam satu wadah Koperasi, hanya berjalan sendiri sendiri,” terangnya.

Maka, hal itu pemerintah mempunyai peran agar masyarakat petani bisa mempunyai wadah dalam sebuah koperasi. “Apabila ini dibiarkan seperti ini, petani akan selalu mengalami kerugian dan harapan kesejahteraan para petani hanya tinggal impian,” pungkasnya. (Koes)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE