Ketua FKUB Lumajang Himbau Warga Mengedepankan Kedamaian

0
0

TOLAK GERAKAN PEOPLE POWER

Lumajang, SIGAP88 – Pemilu 2019 usai, tensi panas masih dirasakan oleh masyarakat. Hal ini tak lepas dari adanya ketidakpuasan kelompok tertentu yang merasa dirugikan.

Informasi yang beredar di medsos-medsos, diperkirakan akan ada pengerahan massa pada tanggal 22 Mei 2019 di ibukota Jakarta.

Kelompok tersebut sendiri menamakan gerakan mereka sebagai ‘people power’.

Menanggapi hal tersebut, Ketua FKUB Kabupaten Lumajang Drs. H. M Khoiri M.Pdi mengatakan bahwa sudah sepantasnya masyarakat Indonesia harus bersikap dewasa.

“Setiap kompetisi selalu ada yang menang dan kalah. Sudah seyogyanya warga Negara dari bangsa yang besar ini menerima kekalahan dengan lapang dada. Saya sangat tidak setuju dengan adanya ‘people power’. saya himbau untuk warga lumajang untuk mengedepankan kedamaian dalam masyarakat. pemilu sudah usai, kita tunggu keputusan resmi dari KPU” terangnya.

“menurut saya pemilu serentak saat ini sudah dilaksanakan dengan transparan dan profesional oleh KPU. Jika masih ada kekurangan dalam perspektif salah satu pihak, ada mekanisme dengan menempuh jalur hukum sebagaimana mestinya, tanpa harus mereduksi nilai-nilai yang telah dicapai oleh masyarakat Indonesia sebagai bangsa dalam pemilu kali ini. Kesuksesan pemilu saat ini merupakan prestasi bagi bangsa Indonesia dan telah diakui oleh negara-negara lain” tutur beliau kembali

Sementara, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH dalam konfirmasinya mengucapkan syukur karena masyarakat Lumajang sangat dewasa dalam berdemokrasi

“Alhamdulillah, masyarakat lumajang sangat dewasa dalam berdemokrasi. selama proses pemilu serentak di kabupaten lumajang berlangsung aman dan damai. Bahkan semua tahapan perhitungan suara mulai dari PPK sampai tingkat provinsi tidak ada kendala dan pertentangan. ini menandakan kedewasaan masyarakat Lumajang dalam berdemokrasi.” Terangnya (RI)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE