Kades Maha Singkil Diduga Korupsi Dana Desa dan Tak Hargai Peran Wartawan

0
154

Kutacane, sigap88.com – Warga maha singkil kecamatan bukit tusam kabupaten Aceh tenggara kuat menduga Jenal Abidin selaku kepala desa korupsi dana desa, dikarenakan tidak sesuai melakukan kegiatan sebagaimana yang tertuang didalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) APBDes Tahun Anggaran 2018.

Hal dugaan korupsi dana desa warga sampaikan kepada sigap88.com pada senin (11/03/2019) seperti, • Dana BUMK di peruntukkan untuk (SPP) jumlah dana kegiatan senilai Rp.130.352.000 diduga tebang pilih dan markup.

 Kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di peruntukkan pembelian itik volume 1000 ekor volume output 110 KK harga satuan Rp.50.000 jumlah dana kegiatan senilai Rp.50.000.000 diduga markup.

• Kegiatan prasarana olah raga diperuntukkan membeli baju sepak bola volume 22 buah harga satuan Rp.200.000, sepatu sepak bola 22 buah harga satuan Rp.300.000, Baju Volley 12 buah harga satuan Rp.200.000, sepatu volley 10 buah harga satuan Rp.300.000, bola sepak bola 4 buah harga satuan Rp.200.000, bola volley 4 buah harga satuan Rp.150.000, meja pimpong 2 unit harga satuan Rp.5.000.000, raket bulu tangkis 4 buah harga satuan Rp.250.000, bola pimpong 2 kotak harga satuan Rp.150.000, kock bulu tangkis 2 kotak harga satuan Rp.150.000, bet pimpong 3 pasang harga satuan Rp.200.000 jumlah dana kegiatan senilai Rp.30.000.000 diduga markup.

PT Banner BaitiSholawat

• Kegiatan pembangunan tiang baliho dan papan informasi kute dengan uraian belanja barang dan jasa Rp.200.000, belanja modal Rp. 4.800.000 jumah dana kegiatan senilai Rp.5.000.000 diduga fiktif.

• Kegiatan pemberian bantuan beasiswa diperuntukkan untuk anak sekolah volume 50 Orang satuan Rp.1.000.000/Orang jumlah dana kegiatan senilai Rp.50.000.000 diduga markup.

• Belanja pembangunan tapal batas kute, senilai Rp.317.321.000 diduga tidak jelas

Warga maha singkil yang berinisial SB sampaikan “kami harapkan pihak terkait harus tuntaskan dugaan korupsi ini” pinta SB

Tambahnya SB, seperti itik kami warga hanya menerima 6 ekor/Kepala keluarga.

Hal senada juga yang dikatakan warga maha singkil berinisial JG “bagi yang korupsi tolong di tindak lanjuti, kalau salah bawa ke jalur hukum” pinta JG

Hal dugaan korupsi ini warga sudah laporkan kepihak Inspektorat serta pihak Kepolisian.

Pihak Inspektorat sudah ada memeriksa, tapi hasil auditnya entah bagaimana.

Untuk laporan yang ke pihak kepolisian, warga masih menunggu.

Kemudian pada Kamis(14/03/2019) awak media mengkonfirmasi Jenal Abidin, ia katakan ” dananya tapal batas tidak ada, itu yang buat operator desa” ujar Jenal

Jenal jelaskan karena operator desa masih baru, kurang paham tahap belajar, serta kegiatan tapal batas itu tidak ada masuk di musrenbang.

Kemudian Jenal menyampaikan jawaban atas konfirmasi awak media, kegiatan bantuan beasiswa untuk anak sekolah dibagikan 101 Orang X sekitar Rp.400.000/siswa, yang dapat tingkat SD, SMP, SMA.

Kegiatan Beasiswa S1 untuk Aparatur kute yang dapat bernama TY Rohani, kuliah di Universitas Gunung Leuser di Kutacane.

Dana BUMK juga udah di bagi semua di peruntukkan SPP simpan pinjam

Kegiatan Pembangunan Tiang Baliho dan Papan Informasi sudah ada dibuat juga tapi sudah koyak, ‘gak ada matanya warga’. memang belum kita pasang dan dana itu tidak dimasukkan ke APBDes karena terlambat.

Menurut Jenal Abidin semua sudah dibuat dan dikerjakan.

Yang anehnya, kepala desa terkesan tak hargai peran wartawan, ia katakan “lapor pun sama wartawan mana bisa selesai, diperiksa baru selesai, turun inspektorat apa kesalahan saya, baru selesai” tandasnya Jenal

“Lapor kesana kemari kan gak selesai, bukan menyelesaikan masalah, cari masalah saja cuma” ungkap Jenal dengan kesal.

Jenal terkesan risih atas konfirmasi awak media sigap88.com

Perkataan Jenal sangat disayangkan diduga tak menghargai peran wartawan sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. sebagaimana yang di atur dalam Pasal 6 yang terdiri dari ; 1. memenuhi hak masyarakat untuk
mengetahui
2. menegakkan nilai-nilai dasar
demokrasi
3. mendorong terwujudnya supremasi
hukum dan HAM
4. menghormati kebhinekaan
5. mengembangkan pendapat umum
6. melakukan pengawasan, kritik,
koreksi dan saran
7. memperjuangkan keadilan dan
kebenaran.

Kemudian awak media menanyakan kepada warga siapa TY Rohani, warga jelaskan dan baru tahu, warga katakan “TY Rohani itu istri kepala desa yaitu sebagai ketua PKK kute” jelas warga

Ditambah lagi menurut warga, • Kegiatan dana beasiswa S1 untuk Aparatur kute dengan waktu 12 bulan jumlah dana senilai Rp.9.300.000. dengan keadaan warga tidak tahu bahwa TY Rohani tersebut Kuliah, serta TY Rohani mendapatkan Beasiswa S1 untuk Aparatur kute juga tanpa musyawarah. (MA)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE