Kecerdasan Ketum GP Sakera Kembali Teruji, Kemenangan di Tingkat Banding

0
169

Situbondo, SIGAP88 – Mencari keadilan untuk rakyat kecil memang tidaklah mudah, seperti yang di beritakan sebelumnya seorang nelayan yang berasal dari Desa Gelung harus menghadapi gugatan di Pengadilan Negeri Situbondo, rasa bingung dan putus asa menghinggapi perasaan nelayan miskin ini yang bernama Imam Rasidi.

Kasus ini berawal pada Tahun 2015 dari penjualan rumah kepada Junaidi, namun ketika Junaidi sedang menjalani proses hukum di Rutan Situbondo, rumah yang sudah di tempati Junaidi dan istrinya di jual oleh sahabatnya sendiri berinisial W.

Dengan tipu muslihat “W” mengajak Imam Rasidi dan istrinya yang hanya lulusan SD untuk datang ke salah satu PPAT Situbondo dengan alasan butuh tanda tangan karena Sertifikat hilang.

Namun ternyata bukanlah pembuatan Sertifikat yang hilang tapi tanda tangan AJB ( Akta Jual Beli ) dan akhirnya tanda Tangan di cabut oleh Imam Rasidi dan istrinya.

Dan karena keluarga Junaidi tidak terima serta melaporkan ke polisi ( W sudah menjalani vonis hukuman ), W menggugat Imam Rasidi dan Istrinya untuk mengakui bahwa mereka menjual kepada W bukan Junaidi dengan menggandeng 2 Pengacara.

Sebagai orang kaya dan terpandang, W menggunakan kuasa Hukum dari 2 Advokat, yaitu S dari Kotakan Situbondo dan CH dari Jember.

Beruntung Imam mendatangi kantor LPKP2HI Situbondo di daerah Tenggir dan di temui langsung oleh Bupati Eksekutif LPKP2HI Syaiful Bahri yang juga sekarang menjadi Ketum GP Sakera, dan seperti biasanya Bang Ipoel langsung bertindak untuk mendampingi dan membantu masyarakat yang teraniaya.

Imam kepada S One mengatakan “Saya sangat berterima kasih kepada mas ipoel dalam menghadapi sidang baik gugatan pertama dan kedua dan juga biaya banding saya tidak di mintai uang sepeserpun bahkan semua biaya sidang”.

“Bahkan saya di kasih uang setiap kali sidang karena saya tidak melaut sebagai pengganti agar istri saya bisa belanja keesokan harinya”, ujarnya.

Lebih lanjut Imam menjelaskan “Ada 2 Gugatan, gugatan pertama NO dan Gugatan kedua Penggugat ( W ) di tolak, namun masih mengejar hingga banding, Alhamdulillah menang. Saya tidak tahu lagi kalau tidak ketemu dengan mas Ipoel”, Ujarnya berkaca-kaca.

Sementara itu Bang Ipoel di sela-sela sidang hari ini, Rabu (08/08) kepada S One sambil menunjukkan Risalah Pemberitahuan Putusan Banding no 25/Pdt.G/ 2017/ Sit Jo no 34/Pdt/2018/PT SBY mengatakan.

“Syukur Alhamdulillah di tingkat banding Pengadilan Tinggi menguatkan putusan Pengadilan Negeri Situbondo, ini adalah kemenangan Rakyat Kecil mas, karena lawannya adalah orang yang berduit dan di dampingi 2 Pengacara saya hanya membantu sebisa saya menghadapi gugatan ini”, Ujarnya singkat.

Sementara itu pegawai bagian keperdataan yang tidak mau di sebutkan namanya kepada pembina S One mengatakan ” Benar mas, P Syaiful memenangkan gugatan tingkat banding”, tegasnya. (Ony).

Komentar
Content Protection by DMCA.com