Kecamatan Gili Genting Bertahan di Zona Hijau

26

Sumenep | Sigap88 – Kepala Puskesmas Gili Genting Adi Mulyono saat di temui di ruangannya oleh awak media menyampaikan, kunci sukses mempertahankan zona hijau dari Pandemi Covid-19.

“Kunci sukses mempertahankan Zona hijau dari virus Covid-19 salah satunya adalah kekompakan semua elemen masyarakat dalam mencegah terjadinya penularan virus Corona,” kata Kapus Adi.

Walupun di akui, masyarakat Gili genting kebanyakan adalah perantau yang tersebar di beberapa kota besar di Nusantara, namun dengan Threshing yang ketat sangat diupayakan di Kecamatan Gili Genting bebas dari virus Corona dan virus yang lain.

“Dengan upaya kami memperketat Threshing, sweeping dan sceening terhadap orang yang baru datang baik asli Gili genting maupun orang luar, sampai saat ini tidak ada yang terpapar Corona,” jelasnya. Kamis (3/12)

Bahkan dengan penekanan bagaimana supaya orang yang baru datang harus melalui protokol kesehatan. “Masyarakat yang baru datang dari perantauan harus mengikuti protokol kesehatan dengan cara isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari,” tuturnya.

Dalam hal itu pula Kapus Adi Mulyono memaparkan, dalam situasi Pandemi Covid-19 pihaknya tetap eksis menerapkan peningkatkan pelayanan baik di Puskesmas maupun di Posto.

“Kami meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan penerapan Kesling, di daerah rawan kasus wabah penyakit menular,” terangnya.

Selain itu untuk menjaga kondisi ibu hamil, menyusui dan balita maka peningkatan pelayanan di Pusat Pelayanan Terpadu (Posyandu) selalu digalakkan.

“Setiap warga¬† Negara¬† termasuk¬† anak¬† untuk¬† memperoleh¬† pelayanan¬† kesehatan¬† dasar¬† yang tertuang¬† dalam¬† Peraturan¬† Pemerintah¬† No¬† 2¬† tahun¬† 2018¬† tentang¬† Standar¬† Pelayanan Minimal¬† dan¬† Peraturan¬† Menteri¬† Kesehatan¬† Nomor¬† 4¬† tahun¬† 2019¬† tentang¬† Standar Teknis¬† Pemenuhan¬† Mutu¬† Pelayanan¬† Dasar¬† Pada¬† Standar¬† Pelayanan¬† Minimal¬† Bidang Kesehatan,” ungkapnya.

Termasuk didalamnya kata, Kapus Adi, meliputi pemantauan pertumbuhan perkembangan Pelayanan, bayi dan pemberian imunisasi dasar dan lanjutan juga pemberian vitamin A dua kali dalam setiap tahun.

Lanjut Kapus Adi, Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

“Upaya yang dilakukan dalam Posyandu adalah untuk menekan angka kematian ibu dan anak, dan memberikan edukasi bagaimana anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga akan mengurangi angka stunting.,” Tegas Kapus Adi

Adi menegaskan, walaupun saat ini dalam kondisi Pandemi Covid-19, akan tetapi pihaknya tetap semangat memberikan dorongan pelayanan terpadu dan terbaik kepada masyarakat.

“Ditengah Pandemi Covid-19 dan menghadapi perubahan musim kami tetap semangat mengantisipasi terjangkitnya penyakit menular lainnya seperti Demam berdarah, muntaber dan lainnya,” tegasnya.

Puskesmas yang membawahi Posyandu sebagai pelayanan langsung kepada masyarakat yang memiliki  kegiatan pelayanan kesehatan Posyandu diantaranya; Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), Imunisasi, Gizi, Penanggulangan Diare.

“Kegiatan Posyandu dilakukan oleh para anggota PKK yang pelaksanaannya dilakukan oleh kader Posyandu,” tandasnya. (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE