Kawasan Hutan di Desa Bintet Di Rambah Tambang dan Excavator Ilegal

0
111

Belinyu, SIGAP88 – Pantauan media online pada minggu sore, 27/10/18 di lokasi kawasan hutan milik Inhutani Desa Bintet Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terlihat alat berat tambang timah yang berjumlah 3 unit.

Exsavator tersebut terparkir di sekitar tambang, alat berat ini berfungsi membongkar tanah untuk mempermudah pengambilan pasir timah dan lebih parahnya lagi seluruh aktivitas tersebut berada tidak jauh dari jalan raya Desa Bintet Kecamatan Belinyu.

Saat wartawan menanyakan aktivitas tambang kepada Kepala Desa Bintet yang bernama David, david mengatakan saya tidak tahu kalau ada 3 unit alat berat jenis Exsavator  ( PC) terparkir di kawasan hutan ( HP), David hanya mengetahui kalau di daerah tersebut hanya ada tambang timah jenis Rajuk dan Robin, itu pun tambang telah lama berlangsung dan dikerjakan oleh warga setempat, sebut “Kades Bintet di kediaman rumahnya, serta diakui oleh kades Bintet kalau tambang tersebut berada di kawasan hutan/ hutan produksi.

Menurut warga setempat, yang tidak mau disebutkan namanya, aktivitas penambangan biasanya sepi jika ada pemberitaan, baik tambang maupun exsavator, biasanya di liburkan selama satu minggu, peralatan pertambangan baik berupa mesin tambang maupun alat berat di biarkan tergeletak di lokasi sampai kondisi aman, baru mereka bekerja kembali seperti biasa.

Sebenarnya jika penegak hukum tegas, lanjut dia, aparat dapat membakar dan menyegel alat berat yang berada di lokasi kawasan hutan sehingga penambangan ilegal tersebut dapat di hentikan yang sudah merusak kawasan hutan.

Saat ini terkesan ada Pembiaran oleh aparat terkait dengan tidak tegasnya memberantas penambangan illegal, di tambah lagi tambang tersebut berada di kawasan hutan.

Disingung siapa pemilik tambang timah yang memiliki 3 unit Exsavator/ PC, Kades Bintet mengatakan kalau itu milik “Bos”.

Untuk melaporkan hal itu, Bapak wartawan pasti tahulah, yang menjaganya, ada  yang menggunakan senjata ucap Pak Kades Bintet kepada awak media ini.

Pihak desa sudah pernah berkumpul dan membahas serta melaporkan aktifitas tambang illegal ini, namun tidak ada tindak lanjut dari aparat terkait, bapak wartawan juga sudah pasti tahu kalau disini ada koordinasi keamanan Ujar Kades.

Mengenai  pendapatan Desa dari hasil tambang itu, kami tidak pernah menerima, kecuali meminta bantuan jika ada perayaan atau kegiatan masyarakat di desa Bintet Tambahnya lagi.

David mengatakan kawasan Inhutani bekerjasama dengan perusahaan swasta yang lahannya sekarang sudah ditanami pohon kertas.

Mengenai adanya aktifitas lain, seperti tambang timah di lokasi inhutani yang dikelola oleh perusahaan swasta tersebut, menurutnya sudah menyalahi Mou/ perjanjian.

Sampai berita ini dimuat, awak media online ini masih terus berusaha mencari tahu siapa pemilik TI serta serta 3 unit exsavator yang berada di kawasan Hutan Peroduksi.(imw)

Jika ada pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan silahkan menggunakan Hak Koreksi & Hak Jawab Via Email : redaksi@sigap88.com atau WA/Telp 0838 3025 3823 Sesuai UU No. 40/1999 Pasal 5 Tentang PERS