Kasus Penyerobotan Lahan Perhutani di Petak 14 Akan Digelar

40

Pamekasan | Sigap88 – Kasus dugaan penyerobotan lahan milik Perhutani di petak 14 wilayah Kangean Barat oleh warga setempat kini kasusnya mulai dikuak kembali di Polres Sumenep.

Hal itu di sampaikan oleh Wakil kepala (Waka) ADM (Admenistratur) Pamekasan Samiwanto, kasus penyerobotan lahan perhutani di petak 14 sejak tahun 2017.

“Tahun 2017 ada pengrusakan hutan di petak 14 dengan dipasangi plang yang bertuliskan dibawah pengawasan AWASI,” kata Waka ADM Samiwanto. Senin (23/11).

Lanjutnya, Pengelolaan di lahan perhutani petak 14 ini mulai sejak zaman Belanda, awal penunjukannya pada tahun 1919, dan terbukti dalam BATB ( Berita Acara Tata Batas)

Dalam pembuatan BATB, kata Waka ADM sebagai ketua tim adalah Bupati setempat dan dihadiri oleh Camat yang ikut menandatangani bahwa wilayah tersebut adalah kawasan hutan.

Selanjutnya, kami melayangkan surat kepada BPKH yang ada di Yogyakarta dan merupakan kepanjangan tangan dari LHK. ” Dari hasil investigasi kelapangan oleh LHK bahwa petak 14 merupakan kawasan hutan,” jelasnya pula.

Langkah kami selanjutnya, telah melakukan pelaporan yang dilakukan oleh Asper Kangean Barat Marinus ke Polres Sumenep. “Setelah kami mendapat keterangan dari LHK maka pihak kami melakukan pelaporan kembali terkait kawasan hutan petak 14 yang di klaim oleh masyarakat yang diperkuat oleh AWASI,” urainya.

Sementara itu Asper/KBKPH Kangean barat mengatakan, kami beberapa kali telah melakukan sosialisasi baik secara tertulis membuat surat kepada penggarap juga memasang plang larangan pada lokasi tersebut kepada penggarap bahwa kawasan hutan tidak bisa dilakukan pensertifikatan.

“Dengan melakukan pengrusakan terhadap lahan perhutani merupakan pelanggaran UU No.18 th 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan pasal 17 ayat 2 huruf b,” kata Marinus.

Maka dari itu tegas Marinus, apabila pihak pengrusakan hutan tidak mengindahkan intruksi yang telah di berikan maka pihaknya melakukan pelaporan kepada petugas yang berwenang.

“Apabila masih tidak mengindahkan himbauan kami, maka pihak kami akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang (Kepolisian),” jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Dhany RB, S.Kom, S.I.K saat di temui di ruang kerjanya menyampaikan, pelaporan dari Asper/KBKPH Kangean barat akan segera di tindak lanjuti.

“Kami akan segera menugaskan personel untuk turun ke lapangan (Kangean) untuk menindak lanjuti pelaporan dugaan pengrusakan hutan petak 14,” ungkapnya.

Sementara, ketua Awasi Sumenep saat di konfirmasi melalui telepon genggamnya menyampaikan, tidak tahu tentang pelaporan tersebut.

“Sampai saat ini kami belum tahu tentang pelaporan tersebut dan sampai saat ini pula saya belum ada pemberitahuan,” terangnya. (Koes)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE