Kasus Kapal KTC 1 Masih Kabur

0
21963

Surabaya – Banyak kapal yang mencapai ketenaran, bukan melalui prestasi mereka atau karena inovasi teknologi kekinian, namun karena kegagalan dan bencana yang menimpa

Samudra telah dipenuhi dengan kuburan massal bangkai kapal, akibat keperkasaan alam dan kecerobohan manusia dalam hal kesalahan perhitungan, dan nasib buruk

Seperti halnya kasus yang menimpa Kapal KM KTC 1, tenggelam di perairan karang jamuang yang sebelumnya kandas pada hari, Rabu(4/10) sekitar pukul 12.05 Wib, kasusnya tak jelas,seolah hilang bak ditelan ganasnya ombak

Satu-satunya hal positif dari tenggelamnya kapal ini seluruh kru kapal berhasil di evakuasi dengan selamat sebelum kapal tenggelam

Ada banyak hal yang perlu diusut dari kasus ini, termasuk soal kelayakan kapal untuk melaut dan soal muatan.

Dari hasil Investigasi Tim kelompok kerja(pokja) wartawan pelabuhan, menemukan indikasi yang tak beres, kapal yang bermuatan batu kapur itu diduga membawa beban melampaui daya.

Sejumlah jurnalis yang tergabung di pokja pelabuhan bertanya-tanya terkait perkembangan, penyidikan dan pengembangan kasus Kapal KTC 1 milik keagenan Anugrah Pasifik Jaya, yang berkantor di jalan Kalianget Surabaya.

Sebab, terkesan hilang bagaikan ditelan kejamnya ombak laut Karang Jamuang.

Muncul desas desus penyebabnya kandas dikarenakan beberapa hal, pertama kapal KTC 1 disebut tidak laik laut namun di paksakan berlayar

Betapa tidak, kapal yang dinakhodai Johran dengan 16 anak buah kapal (ABK) yang bertolak dari pelabuhan Tanjung Perak, pukul 02.00 Wib, Rabu (4/10/2017) dini hariĀ  dan akan berlayar menuju Muara Sungai Siak, Pekanbaru Riau itu kandas di luar alur atau tepatnya di utara Karang Jamuang.

Data kronologis yang diterima sebelum KM KTC 1 kandas menyebut, keagenan kapal sudah mengajukan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) pada, Selasa (3/10/2017), pukul 23.34 Wib

Faktor kedua sesuai manifest muatan kapal saat pengajuan melalui Inaport.net, tertulis 3050.ton.

Sedang GT Kapal KTC 1 sesuai data kapal dengan IMO 8844529, ais vessel type cargo dengan gros tonnage (GT) 2119 dengan dead weitgh 1369 ton, praktis ada kelebihan muatan atau over load.

Peristiwa tenggelamnya kapal itu sepatutnya menjadi perhatian khusus bagi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut

Dilihat faktor-faktor tersebut ada dugaan bahwa petugas Kantor Otoritas Pelabuhan yang bertanggungjawab menerima pemohon muatan kapal tidak melakukan kroscek GT kapal.

Demikian halnya dengan pihak Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, ditengarai juga tidak mengawasi muatan secara benar.

Artinya petugas tidak menindak dan tidak pernah memberi sanksi jika ada kapal kelebihan muatan atau over load

Ketika wartawan Pokja Pelabuhan Tanjung Perak hendak melakukan konfirmasi terkait kasus kapal KTC 1,pada Rabu (18/10/2017) tim wartawan yang diantaranya: dobraknews.com, berkasnews.com, sknteropong.com, expostnews.com, suksesinasional.com kepada Kabid Patroli Edi Sumarsono belum bisa ditemui

Menurut Pri, salah satu Kepala Seksi Kepala Bidang Bersangkutan akan menghadiri rapat ke Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak

Namun saat ditunggu beberapa hari, pihak Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak tidak ada respon dan terkesan menjaga jarak dan selalu ada kesan menghindari para pemburu berita.

Seolah Kepala Kantor terkesan tak bersahabat, karena wartawan melakukan kritisi kinerja kantor tersebut.

Untuk mendapat informasi lebih jelas Pokja pelabuhan telah mempersiapkan diri dan melakukan konfirmasi tertulis untuk dilayangkan kepada Dirjen Hubla maupun kepada menteri perhubungan guna mengetahui secara pasti penanganan kasus kapal KTC 1 dan mendorong penegak hukum dilaut dan aparat terkait lainnya, untuk menyelidiki dalam peristiwa kecelakaan itu

Hingga berita ini diunggah belum ada keterangan resmi dari pihak kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak terkait tenggelamnya Kapal KTC 1 (Don/Tin)

Komentar
Content Protection by DMCA.com