Kasi Pendma Kemenag Sumenep: Pencairan Anggaran TPG Masih Menunggu Data yang Baru

0
910

Sumenep SIGAP88 – Masih banyaknya Tunjangan Profesi Guru (TPG) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) yang belum di realisasikan oleh pemerintah mengakibatkan banyak guru yang merasa gelisah.

Hal ini dibuktikan dengan ribuan Guru di lingkup Kemenag pada bulan oktober sampai Desember 2018, yang masih belum terealisasi.

Sedangkan untuk Kemenag Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mencapai Rp 17 Milyar

Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Pendidikan dan Madrasah (Pendma) Kemenag Sumenep,Mohammad Tawil “Untuk TPG selama tiga bulan Rp20 Milyar, tapi sudah terbayar satu bulan. Saat ini untuk Jawa Timur tersisa Rp300 Milyar, dan untuk Kabupaten Sumenep tersisa Rp17 milyar,” jelasnya, Jum’at 01/92/2019.

Mohammad Tawil menambahkan, lebih dari 3.000 guru setiap bulan yang akan mendapatkan tunjangan profesi guru dengan besaran Rp 1.500.000, setiap guru

Salah satu faktor belum cairnya dana tersebut kata Tawil, karena masih penghitungan ulang tunjangan guru ke sejumlah daerah. Itu sebagai upaya mengendalikan penyaluran transfer ke daerah,

“Agar tidak terjadi pengendapan dana tunjangan guru yang terlalu besar di rekening kas daerah, maka dilakukan penghitungan ulang tunjangan guru kesejumlah daerah, agar bisa mengendalikan penyaluran tranfer ke daerah”, ucap Tawil.

Namun, kata dia di RAPBN 2019 nanti belanja negara untuk sektor pendidikan akan berfokus juga pada peningkatan kualitas guru PNS dan non-PNS dengan menaikkan Tunjangan Profesi Guru.

Sedangkan, anggaran yang belum cair menjadi hutang negara dan akan dialokasikan ke setiap daerah sesuai dengan yang ditentukan di tiap-tiap daerah.

“untuk daerah yang kekurangan anggaran, akan ditambah oleh Pemerintah Pusat”, papar Tawil.

Disinggung tentang kapan tunjangan itu bisa dicairkan pada penerima,Tawil tidak bisa menjawab dengan pasti.

“Sampai hari ini pihak kami tidak bisa memastikan kapan akan cair, justru kami masih dimintai data kembali”, tandasnya(Koes)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE