Kapolres Sumenep Hadiri Peresmian 300 Kampung Tangguh

211

Sumenep | Sigap88 – Kapolres Sumenep AKBP Darman, S.I.K menghadiri peresmian 300 kampung tangguh secara simbolis yang diresmikan oleh Bupati Sumenep Dr. KH. A Busyro Karim, M.Si.

Peresmian 300 kampung Tangguh, Pelabuhan tangguh dan TPI Tangguh yang terlaksana di Desa Kaduara timur, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur pada hari Kamis 16/7/2020 yang dihadiri pula oleh PJU dan Polsek Jajaran.

Kapolsek AKBP Darman dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Kampung tangguh yang telah berdiri di Kabupaten Sumenep sebanyak 344 yang tersebar di wilayah Daratan dan Kepulauan, 1 Pelabuhan tangguh dan 1 TPI tangguh.

“Dengan keberadaan kampung tangguh bisa mengantisipasi penyebaran Covid-19, korelasi dengan perkembangan zaman,” kata Kapolres Darman.

Sesuai dengan harapan pimpinan kata Kapolres Darman, kampung tangguh ini, tangguh dalam kesehatan, hal ini adalah tugas para medis untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat, dan tangguh dalam ketahanan pangan.

“Kita semua harus berupaya bagaimana ketahanan pangan selalu di prioritaskan, dengan wilayah kabupaten Sumenep yang merupakan wilayah pertanian, dimungkinkan ketahanan pangan tetap terjaga,” jelasnya.

Kampung tangguh juga harus tangguh dalam Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyafakat) Peran ini bukan hanya ada di pihak Kepolisian akan tetapi kita semua bahu membahu menjaga keamanan.

“Dengan keberadaan Kampung tangguh ini bisa menjadikan kampung ini tangguh dalam keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Darman berharap, Kampung tangguh bisa memberikan pencerahan yang lebih baik kepada masyarakat, dengan cara guyub saling gotong royong untuk mensukseskannya.

Bupati Sumenep Dr KH.A Busyro Karim menyampaikan tentang Peraturan Kesehatan (Permenkes) Nomer 413 tentang tata cara yang berhubungan dengan Covid-19.

“Pemberlakuan Permenkes itu pada tanggal 25 Juli 2020 tidak lagi memperbanyak melakukan rapid test,” jelasnya.

Apabila ada gejala ringan kata Bupati Busyro tidak harus rapid test dan tidak harus dirawat di rumah sakit. “Cukup isolasi mandiri di rumah saja,” katanya.

Maka dari itu apabila ada gejala ringan bisa di lakukan oleh Kampung tangguh. “Yang dikatakan kampung tangguh harus ada ruang isolasi,” ucapnya.

“Saya tekankan kepada semua kampung tangguh, apabila ada gejala harus dilakukan perawatan di kampung tangguh, sehingga keberadaan kampung tangguh benar-benar tangguh, itupun perawatannya hanya 10 hari,” tuturnya.

Dijelaskan pula oleh Bupati Busyro, apabila dalam perawatan 10 hari masih gejalanya tetap maka langsung dilakukan swab . “Sekarang semua Puskesmas bisa melakukan swab,” pungkasnya. (Ain).

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE