Kapolres Sumenep Ajak Semua Masyarakat Perangi Narkoba

16

Sumenep | Sigap88 – Peredaran Narkoba jenis Sabu sabu di Kabupaten Sumenep semakin masif, bahkan pengguna Narkiba merambah kepada anak di bawah umur.

Hal itu menjadi atensi Kapolres Sumenep AKBP Darman, S.I.K, kami berupaya untuk memberantas peredsran Narkoba di Kabupaten Sumenep.

“Peredaran dan pengguna Narkoba semakin masif sehingga di perlukan peran tokoh masyarakat, Pemuda dan Agama juga stekholder yang lain untuk berkomitmen memerangi Narkoba,” kata Kapolres AKBP Darman saat melaunching Kampung tangguh semeru dan Pisang tangguh di Desa Ketawang Laok. Jum’at (4/9/2020).

Menurutnya, para pengidar barang haram tersebut kepada pengguna yang relatif masih anak anak dengan cara menjual per hirup dengan harga Rp 5000 sampai Rp 10.000. “Ini fakta di lapangan bahwa para pengidar Narkoba menjual barangnya dengan cara sekali hirup Rp 5000,” terangnya.

Kapolres, dalam hal ini mengajak masyarakat untuk aktif membantu pihak Kepolisian dalam membongkar sindikan Narkoba. “Kami persilahkan masyarakat melaporkan kepada kami, kalau ada warga atau orang yang mengkonsumsi dan mengidar Narkoba,” tuturnya.

Diakui oleh Kapolres Darman bahwa, dengan personil yang ada di Polres Sumenep tidak akan mampu untuk mengontrol jutaan orang penduduk Sumenep. “Maka peran masyarakat sangat penting dan sangat di butuhkan oleh kami, ” ucapnya.

“perang dengan narkoba harus melibatkan kesemuanya dari hulu sampai hilir harus terlibat, ” tegasnya.

Bahkan, pihaknya akan menggagas Kampung tangguh Narkoba, yang tujuannya di setiap Desa peran masyarakat selain membantu Kamtibmas juga bisa memberikan kontribusi dalam rangka pencegahan Narkoba.

“Dalam kampung tangguh Narkoba, akan melibatkan masyarakat dalam memberantas peredaran Narkoba,” ucapnya pula.

Kapolres Dsrman juga mengimbau kepada pihak orang tua agar mengontrol setiap aktifitas anaknya, agar tidak terjerumus kepada barang haram Narkoba. (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE