Kadinkes Sumenep: Hari AIDS Sedunia Tingkatkan Kesadaran Diri

21

Sumenep| Sigap88 – Hari Aids sedunia diperingati setiap tanggal 1 Desember dan tahun ini merupakan tahun dimana kita dalam Pandemi Covid-19, sehingga di tengah Covid-19 ini marilah kita bersama sama memerangi Covid-19 dan penyakit HIV.

Hal itu disampaikan oleh kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep Agus Mulyono, MCH saat di temui di ruang kerjanya oleh tim sigap88, bahwa kita harus bersama sama melakukan pencegahan penularan dan penderita HIV yang sekaligus memberantas pula virus Covid-19.

“Pemberantasan HIV merupakan tanggung jawab kita semua sehingga, World Health Organization (WHO) dalam momen ini memberikan tema ā€œGlobal Solidarity, Resilient Servicesā€. Artinya, baik WHO dan seluruh mitra memberikan penghormatan kepada semua orang yang bekerja untuk menyediakan layanan HIV, sebagai garda terdepan,” kata Kadinkes Agus. Selasa (1/12)

Dijelaskan oleh Kadis Agus bahwa setiap orang punya peran penting dalam memberantas HIV sehingga bersama sama memerangi penularan dan memberantas HIV. “Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat soal virus HIV/AIDS. Ada simbol ā€˜pita merahā€™ untuk Hari AIDS Sedunia, simbul pita merah merupakan simbul kesadaran dan dukungan kepada orang yang memiliki HIV/AIDS untuk tetap yakin bahwa bisa sembuh,” jelasnya.

Disebutkan oleh Agus bahwa, penderita HIV/AIDS di Kabupaten ujung timur Pulau Madura ini dari tahun 2019 sampai 2020 mengalami penurunan yang sangat banyak.

“Tahun 2019 penderita HIV secara global sebanyak 106 penderita dan di tahun 2020 menurun dengan penderita sebanyak 46 dan yang meninggal di tahun 2019 sebanyak 16 orang di tahun 2020 yang mati sebanyak 6 orang, dan rincian penderita HIV untuk Laki laki tahun 2019 sebanyak 65 orang, tahun 2020 sebanyak 30 orang, sedangkan perempuan di tahun 2019 sebanyak 40 tahun 2020 hanya sekitar 20 orang, ” ungkap Kadinkes Agus.

Sedangkan, penderita HIV/AIDS di dominasi oleh kalangan umur 25 tahun sampai 49 tahun. “Dari segi umur kebanyakan di dominasi oleh orang yang masih dalam masa produktif baik laki laki maupun wanita,” jelasnya.

Seiring dengan menurunnya penderita HIV/ AIDS kata Kadis Agus dikarenakan meningkatnya partisipasi dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS.

Lanjut Agus, sampai saat ini penyakit HIV/AIDS belum ada obatnya, yang ada hanya memperlambat pertumbuhan virus yaitu ARV. “Obat ARV merupakaniĀ obat Antiretroviral (ARV).Ā ARVĀ tidak membunuh virus itu. Namun, ART dapat melambatkan pertumbuhan virus,” papar Agus.

“Selama kurun waktu satu tahun ini semua puskesmas telah melakukan tes kepada sekitar 15 ribu ibu hamil. Hal yang berkenaan tentang penularan terhadap ibu hamil kepada bayi belum di ketemukan,” tegasnya.

Dihari Aids sedunia ini Kadinkes Agus Mulyono berharap, masyarakat berpartisipasi.dan ada kesadaran untuk melakukan diteksi dini yang dilakukan di setiap Puskesmas oleh ibu hamil biar tidak terjadi kematian.

“Perlunya kewaspadaan untuk kita semua, agar menjaga diri, keluarga, dari satu prilaku yang bisa menimbulkan tertularnya HIV/AIDS baik secara langsung maupun tidak langsung,” ajaknya.

Maka dari itu Momentum hari AIDS sedunia ini yang diperingati setiap 1 Desember tidak dijadikan suatu momok akan tetapi di jadikan suatu peningkatan kesadaran kita. “Penyakit HIV/AIDS ini adalah suatu penyakit menular yang sangat berbahaya sampai ada 12 juta penderita di dunia, semoga tidak terjadi pada diri, keluarga dan lingkungan kita,” tandasnya (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE