Jembatan Yang Menjadi Harapan Masyarakat Merjosari Akhirnya Terwujud

0
56

Malang, SIGAP88 Akses jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Sukun yang selama ini sulit untuk di lalui masyarakat sekitar akhirnya bisa terakses lantaran ada jembatan penghubung. 15/4/2018.

Jembatan yang selama ini sangat di nanti nanti masyarakat di Wilayah Merjosari yang menghubungkan Tegal Tawang, puncak tidar, Gren land dan Joyo grend.

Akses jalan yang baik dan mudah, saat ini sangat di perlukan masyarakat, untuk menunjang semua aktifitas mereka.

Untuk daerah daerah perkotaan seperti kota Malang, akses jalan terutama jalan alternatif sangat vital fungsinya untuk menunjang semua aktifitas warganya, baik aktifitas ekonomi, sosial dan pendidikan.

Saat sigap88.Com terjun ke lokasi proyek, kepala pengerjaan bangunan Adi Sancoko mengatakan ” proyek ini adalah, proyek swadaya masyarakat yang di dukung oleh Universiyas Brawijaya (UB) dan juga salah satu media lokal yang berfungsi sebagai koordinator dana kegiatan.

Untuk pengawasan tehnik, juga di lakukan langsung oleh fakultas tehnik UB dan sekaligus anggarannya juga sebagian besar dari UB.” Jelasnya

“Sementara untuk pengerjaan proyek ini di perkirakan selesai dalam waktu lima bulan, dengan anggaran proyek mencapai 600 juta rupiah. Sedangkan proses pengerjaannya kita silang tenaga, antara karyawan proyek dan warga sekitar. Khusus hari minggu kita pakai sistem kerja bakti.

Terkait masalah kendala teknis yang selama ini di alami dalam proses pengerjaan jembatan ini adalah faktor cuaca, sempat beberapa kali karena hujan deras, kami harus melakukan penyedotan lumpur di beberapa lokasi proyek, ini yang agak menghambat waktu penyelesaian proyek”. Ungkapnya

Sementara Imam yang merupakan salah satu tokoh masyarakat di wilayah Merjosari kecamatan Sukun kota Malang kepada sigap88.Com mengatakan “jembatan ini sebenarnya sudah sangat lama di nantikan warga sekitar, sudah beberapa kali kami mengajukan proyek jembatan ini, mulai bulan april 2017, kami sudah mulai menyusun proposal, pertama kami sempat mengajukan pada walikota Malang saat itu adalah H.Moh.Anton, kebetulan beliau juga warga disini, tetapi memang tidak ada realisasi sampai hari ini, akhirnya dengan swadaya masyarakat daerah Joyosuko Metro, kecamatan Lowokwaru, bersama UB dan salah satu media lokal, jembatan ini bisa di wujudkan”.ungkapnya

BACA JUGA  Serbuan Narkoba,Senjata Ilegal Dan Black Dollar

“kemarin-kemarin itu, kalau sedang hujan luapan air sungai Metro bisa sampai merendam jalan, jadi akhirnya masyarakat Merjosari yang tinggalnya di atas sungai Metro, secara otomatis mereka akan terisolir, karena jalan yang tenggelam. Kalau pemerintah kota Malang tanggap, mereka juga akan melakukan pembangunan infra struktur jalan yang sesuai. Sampai berita ini di turunkan, pihak pemerintah seakan akan acuh tak acuh dengan kondisi jembatan dan jalan yang ada di sekitar ini”.

“Jalan masuk sampai ke lokasi jembatan itu, bentuknya masih jalan makadam ( berbatu), jadi kalau lagi hujan jalan ini tidak dapat di lalui sama sekali oleh siapapun”.

“jadi ini memang mimpi yang pada akhirnya jadi kenyataan untuk masyarakat Merjosari”. Pungkasnya. (thur)

Komentar
Content Protection by DMCA.com