Jelang Th Baru 2021, Lapas Kelas II Pamekasan Bakal Dapat Remisi

126

Pamekasan | Sigap88 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Narkotika Pamekasan berencana akan memberikan potongan hukuman (Remisi) kepada warga binaan yang menganut Agama Kristen dan Katolig nanti pada saat hari Natal dan tahun baru.

Seperti yang disampaikan oleh Humas Lapas kelas II Narkotika Pamekasan Syaiful Bahri bahwa, dari sekitar 890 Warga Binaan Pemayarakatan (WBP) ada 14 Orang yang beragama Kristen dengan syarat pengajuan bahwa berperilaku baik atau tidak, pernah melakukan pelanggaran selama satu tahun ini atau tidak.

“Untuk persyaratannya yaitu harus melengkapi dokumennya itu seperti apa dulu, terus berprilaku baik apa tidak, dan melakukan pelanggaran apa tidak, baru nanti itu turun, tapi untuk sementara kita belum ajukan, karena pengajuan itu 5 hari sebelum hari H itu baru turun dengan menggunakan sistem online”. Kata Humas Syaiful. Jum’at (11/12)

Selain itu bagi para penghuni Lapas Narkotika yaitu merupakan para pecandu dan pengedar (Bandar) dengan mayoritas dari Jawa timur semua, bahkan pernah ada dari jawa tengah yaitu dari Yogyakarta cuman sementara lalu di pindah ke Lapas sebelahnya.

Kemudian untuk penghuni Lapas yang masa tahanannya paling lama yaitu 15 tahun penjara dengan kategori Bandar, dan mayoritas kebanyakan dari luar Madura, tapi ketika yang di Madura ada juga yang tiggi yaitu 17 tahun penjara, tapi sudah pindah ke Lapas sebelah.

Dan untuk sekian ratus penghuni Lapas Narkotika yang nantinya bisa atau sudah lepas dari tahanan tahun ini menurut Syaifiul kurang lebih ada 150 Orang.

“Jadi untuk tahun ini nantinya dari sekian ratus para penghuni Lapas yang sudah lepas tahanan di tahun ini sekitar kurang lebih 150 Orang dan itu sudah termasuk yang asimilasi di rumah”. Terangnya.

Tak samapai disitu, Syaiful juga menambahkan bahwa, di Lapas kelas II Narkotika Pamekasan ada program rehabilitasi pecandu Narkoba yang bekerja sama dengan Surya Laya yang berada di Lawangan Daya yaitu di pondok pesantren Al-kautsar pimpinan KH. Athorid, jadi nanti akan bekerjasama dengan mereka setiap hari, dan disana juga ada 2 ustad yang menangani.

“Selain bekerjasama dengan Surya Laya kami juga ada rehabilitasi sosial program dari pusat dan kami di situ bekerjasama dengan Gana, jadi Gana itu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang konsen terhadap korban Narkoba yang ada di Teja, sehingga setiap hari ada 14 mentor yang menangani, khususnya untuk menangani kecenderungan pecandu narkoba itu lambat laun hilang, tentunya selama satu tahun ini”. Tuturnya. (Roby)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE