Ini Motif Pembunuhan di Kampung Bumi Depasena Makmur

12

Tulangbawang, Sigap88 – Misteri penemuan mayat tertelungkup oleh warga Kampung bumi depasena Makmur Kecamatan Rawa Jitu timur kini mulai terungkap.

Dari hasil penyelidikan yang intensif Polsek Rawa jitu selatan bersama Tekab 308 Polres Tulang Bawang berhasil mengungkap siapa nama mayat tersebut dan siapa pelakunya.

Mayat tersebut diketahui bernama Sumari als Yanto (34), berprofesi tani, warga Jalan Pisang, Kampung Gedung Karya Jitu, Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang.

“Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan para saksi, dapat disimpulkan Sumari als Yanto merupakan korban pembunuhan yang dilakukan oleh orang yang dikenal korban dan diketahui terakhir bersama dengan korban,” ujar Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, melalui Kapolsek Rawa Jitu Selatan Iptu Wagimin, Kamis (03/12/2020).

Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku pembunuhan tersebut diketahui bersembunyi di rumah keluarganya dan petugas gabungan langsung melakukan pengejaran.

Hari Rabu (02/12/2020), sekira pukul 22.00 WIB, pelaku pembunuhan ini berhasil ditangkap saat berada di Desa Karang Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

“Pelaku pembunuhan tersebut berinisial IT als PA (30), berprofesi buruh, warga Jalan Poros, Kampung Gedung Karya Jitu, Kecamatan Rawa Jitu Selatan,” ungkap Iptu Wagimin.

Kapolsek menjelaskan, mulanya hari Minggu (15/11/2020), sekira pukul 23.30 WIB, korban dijemput oleh pelaku saat sedang berada di rumahnya, lalu mereka pergi bersama dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat warna putih, setelah itu korban menghilang dan hari Selasa (17/11/2020), sekira pukul 20.00 WIB, korban ditemukan oleh warga dalam keadaan tengkurap dan mengeluarkan bau tidak sedap.

“Hasil pemeriksaan terhadap pelaku IT als PA, motif dirinya melakukan pembunuhan ini berawal dari menggandakan atau memperbanyak uang, yang mana sebelumnya korban bersama dengan istrinya telah menyerahkan uang tunai sebanyak Rp. 10 Juta kepada pelaku,” jelas Iptu Wagimin.

Karena proses menggandakan uang tersebut tidak berhasil, korban marah dan pelaku kesal, sehingga saat korban sedang duduk bersila sambil ritual pelaku langsung memukul kepala kepala korban tepat pada bagian belakang sebanyak satu kali dengan kayu gelam sepanjang sekira 1 meter.

Atas perbuatannya pelaku akan dijerat dengan Pasal 338 KUHPidana Sub Pasal 351 ayat 3 KUHPidana.(paidi)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE