IKSASS Kabupaten Sumenep Kecam Pagelaran Festival Batik Sumenep

0
499

Sumenep SIGAP88- Dalam rangka menyambut tahun kunjungan, Visit Sumenep 2018, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep menyelenggarakan suatu kegiatan umtuk memikat para wisatawan hadir ke Sumenep.

Salah satunya dengan menggelar suatu Festival batik yang digelar oleh PU Bina Marga pada Sabtu 9/12 yang seleksinya di dua tempat, pertama di depan Kodim 0827 Sumenep, dan grand final di lapangan Gor Sumenep.

Namun dalam pagelaran Festival batik 2017 menuai kritik bahkan kecaman dari beberapa kalangan seperti dari Ketua Ikatan Santri Alumni salafiyah syafi’iyah Sukorejo (Iksass) Mawardi, S.Pd I.

Menurut Mawardi, festival batik ini sangat tidak mencerminkan aura Kabupaten Sumenep yang identik dengan Santri, bahkan tidak mengindahkan norma dan etika.

“Kita para santri dan santri alumni sangat prihatin dan tidak setuju, juga mengecam kepada panitia penyelenggara termasuk Pemerintah Daerah yang telah melakukan hal yang menurut saya tanpa di evaluasi terlebih dahulu,” tegas Mawardi.

Tentu hal ini akan berdampak kepada kultur budaya yang di miliki oleh Kabupaten Sumenep.
Sumenep adalah merupakan kota santri bahkan pemimpin di Legislatif dan Exsekutif adalah merupakan alumni dari pondok pesantren.

Ini sangat memalukan sekali bahkan sangat melenceng dari nilai nilai budaya Sumenep yang mana Sumenep di idenrik dengan nilai keagamaan.

semua alumni Pondok Sukorejo dan juga santri se Kabupaten Sumenep menginginkan adanya audensi dengan pemangku kebijakan sehingga ada MoU agar kegiatan bercorak kepada nilai nilai syariat dan tidak memalukan karena Madura khususnya Kabupaten Sumenep di kenal dengan Religinya.

Mawardi menambahkan pula bahwa visit Sumenep 2018 bukan hanya mempromosikan wisata sumenep, akan tetapi kita harus lebih banyak mempromosikan kultur budaya yang di miliki oleh Sumenep dengan kata lain harus menjunjung tinggi nilai nilai para leluhur kita yang notabenenya santri dan alim ulama.

Perlunya kita duduk bersama dengan pemangku kebijakan, Legislatif, Exsekutif, tokoh budaya, tokoh masyarakat, tokoh Agama untuk membahas tentang Visit Sumenep 2018 dan harus di perdakan,

Agar supaya budaya sumenep tidak tercoreng karena pagelaran ini bukan hanya di ketahui oleh orang Sumenep saja akan tetapi bisa mendunia, tegas Mawardi. (Koes)

Komentar
Content Protection by DMCA.com