Hindari Praktik Gantung Sapi, Kemenhub Luncurkan Kapal Khusus Hewan Ternak

0
731

Mampu Angkut 500 Ekor Hewan Ternak

Bangkalan – Kementerian Perhubungan, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla), meluncurkan kapal KM. Camara Nusantara 2 yang digunakan khusus muatan hewan ternak

Kapal Camara Nusantara 2 merupakan kapal buatan galangan PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia,Madura.

Kapal berbobot yang bisa menampung 500 ekor ternak ini bakal melayani angkutan ternak dengan rute Waingapu-Ende-Cirebon-Jakarta.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Buyung Lalana menjelaskan bahwa Kementerian Perhubungan mendukung program ketahanan pangan dengan menyiapkan sarana dan prasarana transportasi laut.

“Kapal ini merupakan bagian dari 5 (lima) unit kapal ternak yang dibangun, sebagaimana tertuang dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Laut Pusat Jakarta Tahun Anggaran 2015,” ujar Buyung usai acara peluncuran kapal khusus pengangkut ternak di galangan kapal PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia Selasa malam (21/11/2017) di Bangkalan Madura, Jawa Timur.

PT. Adiluhung Saranasegara mendapatkan pekerjaan pembangunan 2 (dua) unit kapal khusus pengangkut ternak yang salah satunya telah diluncurkan pada bulan Juni 2017 lalu.

Sementara itu, Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Direktorat Lalulintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko menyebutkan bahwa kapal khusus pengangkut ternak merupakan kapal yang khusus digunakan untuk angkutan ternak antar pulau.

Dalam penerapannya kapal ini memerlukan penanganan yang khusus sehingga cara kerja di atas kapal jauh berbeda dengan kapal pada umumnya.

“Di Indonesia belum banyak kapal yang secara khusus dirancang untuk pengangkutan sapi, secara umum proses pengangkutan sapi menggunakan kapal General Cargo dan tidak dirancang untuk mengangkut sapi. Sehingga banyak sapi yang tidak terawat dengan baik pada saat proses pengiriman,” ujar Wisnu.

Masih kata Wisnu, proses pemindahan sapi dari truk ke kapal atau sebaliknya selama ini masih menggunakan cara tradisional, yaitu dengan mengaitkan tanduk sapi kemudian diangkat dengan crane yang dapat menambah tingkat stress pada sapi tersebut.

BACA JUGA  Pemerintah Kab Sumenep Gelar Gema Takbir Malam Idul Adha

Maka dari itu diperlukan kapal yang dapat memenuhi kebutuhan sapi pada saat sapi tersebut diangkut diatas kapal.

Wisnu menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa kapal khusus pengangkut ternak ini harus dirancang dan dibangun serius oleh Pemerintah, antara lain mewujudkan prinsip animal welfare/ kesejahteraan hewan, yaitu hewan harus terbebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari rasa tidak nyaman, bebas dari sakit dan luka, bebas berprilaku liar alami serta bebas dari rasa takut dan stress.

Disamping itu, dengan adanya kapal pengangkut ternak tersebut akan menjaga kualitas dan melindungi sapi yang diangkut di atas kapal, tentunya dengan memperhatikan aspek-aspek logistik dan prosedur yang sesuai.

“Dengan adanya kapal pengangkut ternak, tentunya akan mempermudah proses bongkar muat sapi saat berada di pelabuhan serta memperkecil resiko penurunan berat sapi atau bahkan kematian dan distribusi sapi sesuai kebutuhan dapat terpenuhi,” lanjut Wisnu.

“Kami memberikan apresiasi kepada industri galangan nasional, khususnya PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia karena kemajuan pembangunan Kapal Khusus Pengangkut Ternak sesuai dengan yang diharapkan yaitu dibangun selesai tepat waktu dan tepat mutu. Hal ini juga menunjukkan bahwa galangan-galangan nasional dapat bersaing dengan galangan asing,” tutup Wisnu.

Adapun kapal pengangkut ternak yang dibangun di galangan Kapal PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia memiliki GT 2000 dengan panjang 69,78 M. Kecepatan percobaan adalah 12 Knot. Kapal ini memiliki daya Mesin Utama sebesar 2 x 1100 HP dengan kapasitas ternak sebanyak 450 – 500 ekor sapi.(Han/TN/Hum)

Komentar
Content Protection by DMCA.com