Hasil Rapid Tes Reaktif, 2 Warga di Alun-alun Kota Pasuruan Dibawa Petugas Covid-19

2719

Pasuruan, Sigap88 – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkipimda) Kota Pasuruan, pada Sabtu (9/5/20) melakukan kegiatan pemeriksaan Rapid Tes kepada masyarakat di wilayah seputaran Alun – alun Kora Pasuruan.

Hal ini dilakukan, mengingat di seputaran alun – alun Kota Pasuruan, dijadikan tempat penerapan pembatasan kendaraan R4 serta pedagang/penjual guna menekan wabah virus Covid-19 di Kota Pasuruan.

Dari 60 warga yang dilakukan rapid tes di lokasi pemeriksaan yang berlokasi di Jalan Niagara, Kota Pasuruan, ditemukan 2 orang yang dinyatakan Reaktif dari hasil rapid tes.

Hadir dalam giat tersebut, Plt. Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo, SE, Dandim 0819 Pasuruan Letkil Arh. Burhan Fajari Arfian, ST, Kapolres Pasuruan AKBP Dony Alexander, S.Ik, M.H dan PJU serta jajaran Polres Pasuruan Kota, Tim Dokkes Polres Pasuruan Kota dan Tim Covid Hunter Polres Pasuruan Kota.

Plt. Walikota , Dandim 0819 Pasuruan dan Kapolres Pasuruan Kota melakukan penyisiran langsung terhadap masyarakat di sekitar alun – alun dan pusat pembelanjaan Sandang Ayu.

“Dari penyisiran yang dilakukan, sebanyak 60 warga dibawa ke Posko Alun – alun Kota Pasuruan untuk menjalani Pemeriksaan Rapid Tes, dengan melibatkan Tim Dokkes Polres Pasuruan Kota bersama Dinas Kesehatan Kota Pasuruan,” Kata Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Dony Alexander, S.Ik, M.H.

Warga yang dinyatakan reaktif saat di rapid tes, dimasukan mobil ambulanc oleh petugas

Dalam giat tersebut, sekitar 60 buah alat Rapid Tes telah dipersiapkan untuk dilakukan rapid tes terhadap warga di seputaran alun-alun kota Pasuruan. dari 60 warga yang di rapid tes, petugas menemukan 2 orang dengan suhu tubuh di atas normal, yakni 38 °C yang diduga positif Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Pasuruan, dr Shierly Marlena, membenarkan adanya 2 orang yang reaktif saat dilkukan Rapid Tes, “Satu warga kota Pasuruan, dan yang satu lagi merupakan warga kabupaten Pasuruan,” Ungkap dr. Shierly Marlena.

Dua orang yang merupakan warga dari wilayah kabupaten dan kota Pasuruan ini kemudian dimasukan ke mobil ambulanc untuk dievakuasi dibawa ke lokasi karantina Gedung Gradika Kota Pasuruan.

Dengan menerapkan Protokol Kesehatan secara social distancing, tiga pucuk pilar kota Pasuruan itu juga terlihat tengah melakukan buka puasa bersama, sekaligus memberi himbauan kepada masyarakat sekitar alun – alun agar tidak berkerumun dan kembali ke rumah masing – masing.

“Dengan adanya kegiatan rapid tes, dan terdapat 2 orang yang reaktif dengan suhu tubuh diatas normal, akan membuat masyarakat menyadari betul bahwa penyebaran wabah Covid-19 sangatlah cepat.

“Kami berharap, dengan adanya anjuran Pemerintah terkait protokol kesehatan, diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19, khususnya di wilayah kota Pasuruan,” Kata Kapolres.

Sementara itu, Plt. Walikota Pasuruan, sangat menyesalkan dengan adanya orang di sekitaran alun-alun kota Pasuruan, yang diketahui reaktif saat dilakukan Rapid Tes.

“Kami berharap, masyarakat lebih membatasi diri untuk tidak keluar rumah, mengurangi bergerombol untuk bersosialisasi langsung terhadap orang per orang, terlebih dikerumunan massa,” Ungkapnya.

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE