Harkitnas ke 111, Gubernur Jatim Ingatkan Semangat Sumpah Palapa

0
977

Jadikan Momentum Bangkit Lawan Kemiskinan

Surabaya | SIGAP88 – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 Tahun 2019 harus dijadikan sebagai momentum untuk bangkit melawan kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan dan upaya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan.

“Hari ini kita harus merajut kembali, membangun serta memompa semangat
kita untuk bersama-sama bangkit melawan hal-hal tersebut,” kata Gubernur Jatim,
Khofifah Indar Parawansa usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Harkitnas ke-111 Tahun 2019 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (20/5).

Menurut mantan menteri sosial ini, salah satu cara melawan kebodohan adalah dengan meningkatkan derajat pendidikan, salah satunya pendidikan vokasi.

Melalui pendidikan vokasi ini diharapkan para lulusannya mampu menjadi tenaga kerja yang memiliki keahlian (skill).

PT Banner BaitiSholawat

“Bila ini dilakukan dapat membantu meningkatkan angka Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) kita,” katanya

Selain melawan kebodohan, lanjutnya, Pemprov Jatim juga terus berupaya
menurunkan angka kemiskinan terutama di pedesaan.

Berbagai upaya terus dilakukan
salah satunya dengan menguatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat terutama di pedesaan.

“Semua ini dilakukan untuk mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat di
Jatim,” tegas gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Dalam kesempatan ini, Khofifah juga mengajak masyarakat Jatim untuk
menjadikan momentum Harkitnas sebagai penguat untuk menjaga persatuan dan
kesatuan bangsa.

Peringatan Harkitnas di tengah Ramadan diharapkan semua masyarakat dapat mengakhirinya seperti Mahapatih Gajah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri.

Dengan harapan tersebut, sangat relevan jika peringatan Harkitnas 2019 disematkan tema “Bangkit untuk Bersatu”.

Kita bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, katanya.

Segala perbedaan yang ada harus disyukuri sebagai suatu rahmat,
bukan sebagai potensi pemecah belah atau disintegrasi, lanjutnya

“Ini harus menjadi penguat kita untuk meneguhkan Jatim sebagai provinsi besar
dimana Sumpah Palapa yang diucapkan Patih Gajah Mada berasal dari Kerajaan
Majapahit yang merupakan wilayah Jatim. Makna dari sumpah ini harus kita jaga
bersama,” terangnya.

Sumpah Palapa, Embrio Tumbuhnya Persatuan Indonesia

Sementara itu, dalam sambutan yang dibacakan Gubernur Jatim, Menteri
Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) mengatakan bahwa Sumpah Palapa
merupakan embrio paling kuat dalam tumbuhnya persatuan Indonesia.

Untuk itu, Peringatan Harkitnas yang ke-111 tahun 2019 kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. Dimana saat ini dalam situasi pasca pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita.

“Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua
pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita,” katanya.

Selain semangat persatuan, semangat gotong royong juga telah mengakar di
seluruh nusantara.

Bila menggali dari kearifan nenek-moyang yang telah dipupuk selama berabad-abad, sejatinya jiwa gotong-royong bukanlah semangat yang sudah renta.

“Sampai kapan pun semangat ini akan senantiasa relevan, bahkan semakin
mendesak sebagai sebuah tuntutan zaman yang sarat dengan berbagai perubahan,”
katanya.

Lebih lanjut menurutnya, dengan bertumpu pada kekuatan jumlah sumber daya
manusia dan populasi pasar, Indonesia diproyeksikan akan segera menjemput harkat dan martabat baru dalam arah ekonomi dunia, bersama negara-negara besar lainnya.

Ekonomi Indonesia diharapkan akan tumbuh menjadi sepuluh besar, bahkan lima besar dunia, dalam 10 sampai 30 tahun mendatang.

“Kuncinya terletak pada hasrat kita untuk tetap menjaga momentum dan iklim
yang tenang untuk bekerja. Kita harus jaga agar suasana selalu kondusif penuh
harmoni dan persatuan,” pungkasnya.

Dalam upacara peringatan Harkitnas ini, Gubernur Jatim menyerahkan penghargaan sinergitas kinerja kecamatan
tingkat provinsi Jawa Timur tahun 2018.

Diantaranya, Juara I diraih Kecamatan Singosari Kab. Malang, Juara II diraih Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya dan Juara III diraih Kecamatan Sumberasih Kab. Probolinggo.

Upacara kali ini juga dimeriahkan dengan paduan suara gabungan mahasiswa
dengan Komunitas Lintas Agama diantaranya dari Komunitas Muslimat NU Surabaya dan Sidoarjo, Pemuda pemudi Gereja HKBP Rungkut Surabaya, Komunitas Gereja Katolik Surabaya, serta Komunitas Muda Mudi Vihara Budhaya Dharmawira Centre Surabaya.

Turut hadir dalam upacara kali ini Wakil Gubernur Jatim beserta istri, Sekdaprov
Jatim, Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, serta beberapa Kepala instansi vertikal di Provinsi Jatim. (Don/bin/suk)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE