Hanya Berjarak Lima Menit dari Polda Babel Aktifitas Tambang Illegal Terus Berlanjut

0
194

Pangkalpinang, SIGAP88 – Meskipun sudah berkali- kali di beritakan media baik nasional maupun lokal beberapa waktu lalu, masih terlihat dari kejauhan tiga alat berat jenis exsavator warna kuning sedang melakukan penggalian tanah di lokasi tambang timah pada minggu, 25/11/18 sore

Akibat tidak di tindak tegas oleh aparat hukum, tambang timah yang menyewa alat Berat kembali beroperasi di Pusat Kota Pangkalpinang dan diduga kedua aktivitas tersebut adalah illegal/ tidak memiliki izin.

Terlihat lobang yang sangat dalam dan besar yang sudah menyerupai sungai ada di sekitar lokasi, baik yang baru mulai di gali maupun bekas sisa penambangan timah

Dampak dari penambangan illegal dilokasi ini terlihat kerusak ekosistem karena aktivitas ini tidak di awasi sarjana tambang seperti tambang- tambang timah legal pada umumnya.

Tiga exsavator merk hitachi dalam tambang tersebut masuk dalam wilayah hukum Polsek Bukit Intan Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan bangka belitung, tepatnya di Jalan Pulau Bangka dari kantor Polda Babel menuju pusat kota atau di belakang ruko Eks Akademi Kebidanan.

wartawan sigap88 sempat menelusuri ke lokasi, setelah melewati Jalan Pulau Bangka, terdapat jalan yang belum beraspal, tepat berada di sebelah ruko Eks akademi kebidanan sebelum lampu merah air hitam

Jalan tersebut berbatu, bergelombang serta banyaknya kubangan air akibat sering keluar masuk kendaraan berat, sesampai di lokasi awak media melihat beberapa pondok peristirahatan para pekerja tambang yang terlihat kosong dan hanya ada satu pondok yang berpenghunian, awak mediapun mencoba mencari informasi tentang siapa saja pemilik exsavator dan tambang timah tersebut.

Dari hasil wawancara awak media dengan pekerja salah satu tambang berinisial “SY”, SY mengatakan kalau tambang yang dia kerjakan adalah milik yang berinisial “RB” sedangkan pemilik tanah adalah berinisial “IC”, lebih lanjut SY mengatakan kalau alat berat tersebut milik “AT” yang beralamat di Dusun Jeruk Kecamatan Pangkalan Baru Bangka Tengah.

“Kalau saya kerja disini sudah dua tahun, lokasi yang saya tambang, baru tiga minggu yang lalu menggunakan aksavator” ujar SY

Sampai berita ini di buat, konfirmasi awak media kepada Kapolres Pangkalpinang melalui pesan whatsapp malam ini belum mendapat tanggapan. (Imw)

Jika ada pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan silahkan menggunakan Hak Koreksi & Hak Jawab Via Email : redaksi@sigap88.com atau WA/Telp 0838 3025 3823 Sesuai UU No. 40/1999 Pasal 5 Tentang PERS