GMNI Gelar Aksi Menolak Penambangan Fosfat

139

Sumenep | Sigap88 – Puluhan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan unjuk rasa (Unras) di depan kantor DPRD Sumenep dengan menyuarakan penolakan terhadap proyeksi penambangan Fosfat. Jum’at (5/3/2021).

Sekjen DPK Ganding Khozaimatuz dan dirinya sebagai Humas aksi mengatakan bahwa dampak yang akan terjadi apabila penambangan Fosfat dilakukan, Ganding akan diprediksi mengalami banjir.

Menurut data yang dihimpun GMNI cabang Sumenep dari Badan Geologi Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, di Sumenep, Madura ada sumber fosfat sekitar 827.500 m3.

“Banjir yang melanda desa Talaga Kecamatan Ganding diakibatkan ada penambangan batu yang berlebihan, maka apabila penambangan Fosfat terjadi dipastikan akan lebih parah lagi banjir yang akan melanda Kecamatan Ganding,” ucap Khozaimah.

Hal itu kata Khozaimah, dengan perubahan Perda Nomer 12 tahun 2013 tentang RTRW dari tahun 2013-2033. Berdampak pada lingkungan

“Dampak negatif yang akan ditimbulkan dengan penambangan Fosfat adalah kekeringan, kerusakan lingkungan hijau, kerusakan lahan pertanian akibat tanah menjadi tandus dan kurangnya cadangan air tawar sebagaimana Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Jawa Timur kurang lebih 20% cadangan air tawar pada zona karst,” terang Khozaimah

Khozaimah juga menyebutkan, jika GMNI telah melakukan riset di desa Gadu Timur kecamatan Ganding.

“Desa Gadu Timur Kecamatan Ganding mempunyai kandungan fosfat dan di sana juga memiliki kekayaan lingkungan hijau. Maka dari itu di jaga kelestarian alamnya,” ucapnya.

Ketua DPRD Sumenep H.Hamid Ali Munir, ditengah para demonstran GMNI mengatakan, secara pribadi dirinya sangat menolak penambangan Fosfat.

“Secara pribadi saya sangat tidak setuju dengan adanya penambangan Fosfat,” ucapnya.

Namun, secara kelembagaan kami harus melalui mekanisme. Dan sampai saat ini di DPRD Sumenep belum ada pembahasan resmi soal legislasi fosfat,” tegas Hamid

Kordinator lapangan (Korlap aksi) Risma Abdillah menegaskan dua tuntutan GMNI Sumenep terkait proyeksi penambangan fosfat. Yang diantaranya;
1. DPRD Kab Sumenep membatalkan rencana perubahan Perda No. 12 tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah/RTRW dari tahun 2013-2033.

2. DPRD Kab. Sumenep menolak rencana pemerintah daerah untuk melakukan pertambangan fosfat menggunakan alat berat dan berskala besar. (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE