FPMJT : Dana Silpa Pembangunan Lapangan Futsal Di Sera Barat Ada Kejanggalan

0
96

Sumenep SIGAP88 – Program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan percepatan ekonomi masyarakat pedesaan patut di apresiasi semua kalangan.

Namun, hal tersebut dengan besarnya anggaran yang di gelontorkan oleh pemerintah melalui Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) masih banyak yang kurang memanfaatkan dana tersebut, atau pekerjaannya asal asalan.

Hal tersebut di sampaikan oleh ketua Fron Pejuang Masyarakat Jawa Timur (FPMJT) Bambang Supratman,Senin,(04/02)

Menurut dia, bahwa masih banyak pembangunan yang bersumber dari DD/ADD pekerjaannya amburadul.

“Seperti halnya pengaduan masyarakat kepada FPMJT, di salah satu pekerjaan lapangan Futsal di desa Sera Barat kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep sampai saat ini masih belum terselesaikan”kata Bambang.

Menanggapi hal tersebut Bambang Supratman sebagai ketua FPMJT pada hari Rabu (30/01) menyampaikan klarifikasi melalui surat resmi kepada kepala desa Sera Barat yang tembusannya kepada Camat Bluto, dengan bukti no 02/FPMJT.SMP/1/2019

“Sampai saat ini tidak ada jawaban resmi tentang klarifikasi kami melalui surat resmi yang di tujukan kepada kepala desa Sera barat dan Camat Bluto”, jelas Bambang.

Berdasarkan data FPMJT terserap anggaran yang sangat besar selain program anggara DD/ADD juga di duga terserap anggaran dana pokmas, namun pengalokasian pelaksanaannya diduga tidak sesuai juknis (RAB)

Bahkan Bambang berharap agar Dinas terkait seperti, DPMD, Inspektorat harus selektif dan profesional begitu juga camat sebagai pembina dan pengawasan terkait program dan kegiatan di desa untuk melakukan monitoring dan harus melakukan uji laeb terkait spesi bangunan.

Hasil infestigasi FPMJT bahwa pekerjaan lapangan futsal yang sampai ahir tahun 2018 masih belum terselesaikan padahal terpampang di papan pekerjaan batas waktu pelaksanaaan bulan desember 2018.

Dari hasil klarifikasi FPMJT dengan kepala desa sera barat bahwa, pekerjaan lapangan futsal yang nilainya hampir 450 juta itu merupakan dana silpa 2017.

“Lambatnya pekerjaan di karenakan, pencairan dana dari pemerintah lambat”, kilah Redy kepala desa Sera Barat.

Kendati demikian FPMJT akan mengawal permasalahan ini karena dirasa ada kejanggalan tentang hal ini. Bersambung.

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE