Fasilitas Taman Bunga Sumenep di Keluhkan Warga

0
301

Sumenep | SIGAP88 – Sejumlah fasilitas di Taman Adipura Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mulai tidak berfungsi, padahal, baru saja pembangunannya selesai di tahun 2018.

Pembangunan fasilitas Taman Bunga atau Taman Adipura Kabupaten Sumenep yang berada di jalan Trunojoyo, depan Masjid Jamik Sumenep, yang menelan biaya milyaran rupiah mendapat sorotan dari pengunjung.

Pasalnya, ada beberapa fasilitas yang tidak berfungsi, bahkan sebagian fasilitas tempat bermain dan tempat olah raga mengalami kerusakan

“Mungkin pengelola kurang memperhatikan bagaimana fasilitas yang ada tetap bagus dan bisa dipergunakan, apalagi dikala hari libur banyak pengunjung untuk memanfaatkan fasilitas milik daerah ini”, ungkap Muhlis, salah satu pengunjung, Minggu,(05/05/2019)

PT Banner BaitiSholawat

Dalam pantauan SIGAP88 dilokasi, banyak masyarakat bersama keluarganya di malam hari berkunjung ke Taman bunga (TB) untuk menikmati suasa indahnya Taman bunga, namun agak kecewa karena fasilitasnya banyak tak berfungsi.

“Fasilitas banyak yang tidak berfungsi seperti, air mancur yang berada di tengah TB, saat ini tidak berfungsi bahkan hampir setiap hari tidak ada airnya. Karena menurut informasi, Sudah tidak berfungsi, antara pembuangan dan penampungan ada ketidaksesuaian, sehingga saat dihidupkan airnya meluap keluar ke tempat yang ada,” ungkap Muhlis.

Menurutnya, taman bunga identik dengan tanaman dan lampu hias, namun untuk taman bunga di kabupaten sumenep lampu penerangannya mati sehingga tampak taman bunga Sumenep tidak bersolek.

Sekedar diketahui, Pembangunan TB dibiayai oleh Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp5 miliar.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Permata Lanskap Nusantara dengan nilai kontrak Rp. 4,5 miliar lebih.

Namun, hingga saat ini dikabarkan belum diserah terimakan kepada Pemerintah Daerah. Sehingga, Pemerintah Daerah belum bisa melakukan perbaikan.

Terpisah, salah satu aktivis Sumenep Independen (SI) mengatakan, menurut informasi proyek Taman bunga tersebut belum diserahterimakan ke Pemkab
Sumenep oleh PUPR, “Kalau sudah diserahterimakan, pemkab bisa menganggarkan untuk perawatan. Kalau dibiarkan begini, dikhawatirkan fasilitasnya banyak yang rusak karena tidak dirawat,” tegas aktivis SI tersebut

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Farida Hasan mengaku telah berkirim surat pemberitahuan kondisi taman bunga pasca pembangunan selesai kepada pejabat pembuat komitmen (PPKo) proyek, namun hingga saat ini belum ada jawaban.

“Sampai saat ini surat kami yang di tujukan ke PPKo Proyek belum ada tanggapan”, jawabnya singkat melalui pesan Whatsapp saat dikonfirmasi SIGAP88 (Koes)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE