Dugaan Korupsi Pengadaan Buku Berlanjut Ke Ranah Hukum

0
62

Sampang, SIGAP88 – Dugaan pengurangan pengadaan buku referensi perpustakaan SD sebesar Rp 2,5 miliar di lingkungan Dinas Pendidikan Sampang Tahun anggaran 2016 mulai berlanjut dalam proses hukum.

Pasalnya,  Selasa (28/11/2017) Jaka Jatim Korda Jatim diminta dan memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati),  terkait dengan dugaan perkara proyek pengadaan buku tersebut yang dilaporkan kemaren per tanggal (30/08/2017).

Sprint surat yang dikeluarkan oleh Kejati per tanggal (21/11/2017), Jaka Jatim Korda Sampang diminta keterangan dan penjelasan serta dokumen terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan buku referensi perpustakaan SD sebesar Rp 2,5 miliar di lingkungan Dinas Pendidikan Sampang TA 2016.

Pihak pelapor (Jaka Jatim) kami siap mengawal serta bersedia memenuhi panggilan Kejati. Termasuk menyerahkan bukti-bukti dugaan adanya korupsi di lingkungan Disdik Sampang.

Misalnya, bukti pendukung hasil wawancara dengan 18 lembaga SDN yang diambil sample di 13 Kecamatan. Lembaga tersebut sebagai penerima bantuan buku referensi perpustakaan.

Alhamdulillah,  Kejati akhirnya merespon atas laporan kami terkait dugaan tersebut, hari selasa depan ini kami akan ke Kejati” kata Ketua Jaka Jatim Korda Sampang Sidik,  Rabu (22/11/2017).

Di ungkap oleh Didik dengan jelas dugaan kuat ada tindak pidana korupsi. Sebab,  dia menjelaskan yang tertera dalam draf kontrak (salinan)  antara Disdik dengan pihak pelaksana (CV. Dua Putri Sejahtera) ditemukan ketidaksesuain di lapangan.

Salah satunya, temuan dilapangan yang sangat signifikan adalah pengurangan volume buku, atau pengurangan jumlah buku. di setiap lembaga seharus nya menerima 2.639 eksemplar namun lembaga hanya menerima 350 eksemplar saja.

Itu yang terjadi pada lembaga SDN Pancor 1 Ketapang.adapun bukti lainnya  di setiap lembaga penerima bantuan tersebut rata2 mengalami hal yang sama, paparnya.

BACA JUGA  Pengabdian Kepada Masyarakat 2017 Oleh ITS Surabaya

Dalam drafnya,  kata Didik, pangilan sapaannya, setidaknya ada 50 lembaga penerima bantuan buku dengan jumlah total buku, sebanyak 131.950 eksemplar. Sementara di cek yang terealisasi 42.092 jumlahnya, maka ada pengurangan volume buku sebanyak 89.858 eksemplar.

Apabila dihitung dari kekurangan jumlah buku 89.858×20.000, maka nilai kerugian negara sebesar Rp 1,797.160.000,” ujar Didik.(Lis/).

Komentar
Content Protection by DMCA.com