DPD Lsm Penjara Soroti Pembangunan DD Desa Cengkrong Pasrepan

0
1742

Pasuruan, Sigap88 – Pemerataan pembangunan desa yang memakai Dana Desa (DD) di wilayah kabupaten Pasuruan, rupanya banyak sekali yang dimanfaatkan olek oknum kepala desa untuk mencari keuntungan pribadi.

Pasalnya, dengan anggaran ratusan juta rupiah, pembangunan yang dikerjakan tidak mengedepankan kwalitas dan mutu. Akibatnya, banyak sekali pembangunan yang baru selesai dikerjakan sudah ada beberapa yang sudah rusak, tentu hal itu masyarakat yang telah dirugikan.

Seperti pernyataan Presiden Jokowi yang dikutip dari berbagai media, terkait dana desa (DD) jangan sampai dijadikan ajang korupsi karena dana desa seharusnya dimanfaatkan untuk pemerataan pembangunan demi kemakmuran masyarakat desa dalam jangka panjang,

Berbeda dengan Pembangunan Jalan Usaha Tani (Jut) yang terletak di desa Cengkrong, kecamatan Pasrepan kabupaten Pasuruan, tepatnya di Dusun Krajan RT- 7 RW- 3 dengan nilai pagu Rp. 310, 200, 000, 00-, pelaksana TPK Desa.

PT Banner BaitiSholawat

Pembangunan TPT atau saluran irigasi yang dianggarkan dari dana desa (DD) tahun 2018 yang seharusnya bisa dinikmati lebih lama oleh masyarakat desa, malah rusak karena kwalitas pekerjaan yang sangat buruk.

Hasil pantauan tim di lapangan, terlihat bangunan TPT / saluran irigasi banyak yang putus dan retak, padahal pekerjaan tersebut baru selesai beberapa bulan yang lalu dan diresmikan oleh kepala desa Cengkrong, Jumroti.

Kepala desa Cengkrong, Jumroti saat dikonfirmasi terkait dengan pemerataan pembangunan di desa tersebut malah mengalihkan pembicaraan kepada pembangunan RTLH lantaran anggaran RTLH yang hanya Rp. 12,5 juta itu tidak mencukupi sehingga desa yang menutupi kekurangannya.

“Anggaran dana desa (DD) sudah terpakai, salah satunya saluran irigasi. Dan untuk dana RTLH yang hanya Rp. 12,5 itu tidak cukup sehingga pihak desa yang menutupi kekurangnya, tidak tau bagaimana caranya,” kata Jumroti, Kamis (10/1/2019) di rumahnya.

Menanggapi hal ini, Hanan Ketua Lsm Penjara Indonesia DPD Jawa Timur mengatakan, hal yang seperti ini tidak bisa dibiarkan, karena dana desa (DD) itu uang rakyat, dan kepala desa tidak boleh sesukanya menggunakan dana desa untuk pembangunan yang pemanfaatannya hanya sementara.

“Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan karena dana desa (DD) itu uang rakyat, setiap pembangunan di desa yang memakai dana DD yang notabene itu uang rakyat harus bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” kata Hanan.

Hanan juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan turun ke lokasi untuk melihat kondisi pembangunan di desa Cengkrong. Apabila kondisi di lapangan memang benar adanya (Rusak) pihaknya akan melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib.

“Dalam waktu dekat, kami akan turun ke lokasi untuk melihat kondisi pembangunan DD di desa Cengkrong. Apabila memang kondisi pembangunan seperti apa yang diberitakan, kami akan melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib,” tegas Hanan (Gun)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE