DPD Lsm Penjara Indonesia Soroti Dugaan Perencanaan Pembangunan Fiktif Desa Permisan

0
131

Sidoarjo, Sigap88 – Menindaklanjuti terkait pemberitaan adanya prencanaan pembangunan yang diduga fiktif yang terjadi di desa Permisan, Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo menjadi sorotan Ketua DPD Lsm Penjara Indonesia (pemantau kinerja aparatur negara) daerah Jawa Timur,

Hanan selaku Ketua DPD Lsm Penjara Indonesia mengatakan bahwa Program Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait program percepatan dan pemerataan pembangunan di desa dengan anggaran yang sangat fantastis ini tidak lain untuk mensejahterakan masyarakat desa.

Dikatakan Hanan agar masyarakat untuk bersama-sama mengawasi penggunaan dana desa. Sebab, di Jawa Timur sudah puluhan Kepala Desa yang tersangkut masalah hukum dikarenakan menyelewengkan dana desa dengan pengadaan pembangunan untuk kepentingan pribadi.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa di desa Permisan, kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, ada indikasi penyelewengan anggaran DD/ ADD.

Pasalnya, diketahui di desa Permisan, Kecamatan Jabon tersebut telah terencana sebuah pembangunan yang sampai saat ini belum terealisasi sama sekali, seperti pembangunan Gedung Aula TK Dharma Wanita, pembangunan pasar desa, dan pembangunan jalan.

Menyikapi hal itu, Hanan Ketua Lsm Penjara Indonesia, Daerah Jawa Timur akan menindaklanjuti adanya indikasi rencana pembangunan yang belum ada realisasi itu, ” Kami akan menindaklanjuti terkait adanya dugaan perencanaan pembangunan yang fiktif di desa Permisan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo,” tegas Hanan.

Hanan menambahkan, apabila Kades Permisan memang terbukti melakukan penyelewengan dana DD/ADD, Lsm Penjara Indonesia DPD Jawa Timur akan melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Tinggi, “apabila Kepala Desa Permisan terbukti melakukan penyelewengan dana DD/ADD, kami akan melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Tinggi (Kejati),” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Permisan ketika dikonfirmasi via seluler pada hari Senin (6/8/2018) oleh media in, perihal ketiga proyek tersebut enggan untuk berkomentar, “nanti saja mas, atau datang saja ke Kantor, saya masih rapat,” singkatnya. (Tim)

Komentar
Content Protection by DMCA.com