Ditengarai Bidan Desa di Kecamatan Sapeken Ambil Biaya Persalinan SPM

813

Sumenep | Sigap88 – Masih banyak masyarakat yang kehidupannya dibawah kemiskinan, namun banyak pula orang yang memanfaatkan orang miskin untuk menjadi lahan uang baginya.

Seperti yang dialami oleh salah satu pasien persalinan Nur Jamaila yang dibantu oleh salah satu bidan Desa Tanjung keok Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur.

Menurut orang tua Nur Jamaila yang namanya oleh orang kampung di kenal Riring menyampaikan kepada media sigap88.com bahwa persalinan anaknya di mintai biaya Rp 500.000 padahal memakai SPM (Surat Perintah Miskin).

“Persalinan anak saya dikenai biaya Rp. 500.000 padahal memakai SPM, yang seharusnya gratis,” kata Riring. Rabu (15/1/2020).

Dirinya menyadari, bahwa ada hal yang harus di bayar oleh pasien apabila mengambil alat bayi seperti popok dan yang lainnya. “Kami hanya mengambil popok dan kain untuk bayi, masak harus bayar Rp500.000, yang wajar saja,” ungkap Riring.

Bahkan Riring menjelaskan bahwa, di wilayah Sapeken banyak bidan memungut biaya walaupun sudah ada SPM.

Kami mohon kepada Dinas Kesehatan Sumenep agar bisa menindak bidan yang telah melakukan hal tersebut, mengingat masyarakat banyak yang masih hidup dalam kekurangan. “Jangan diambil kesempatan untuk memperkaya diri,” geram Riring.

Sementara Kepala Puskesmas (Kapus) Sapeken saat di konfirmasi oleh tim sigap88.com melalui telepon selulernya menyampaikan, pihaknya melakukan kordinasi kepada bidan yang menangani persalinan di Dusun Pelat Desa Tanjung keok belum bisa.

“Kalau itu benar adanya akan kami tindak tegas, dan kalau benar pula, tidak masalah di publikasikan biar ada efek jera kepada yang lain,” ungkap Kapus Sapeken. (Koes)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE