Ditengarai Ada Permainan Oknum Bank Penyalur dan Pendamping Sosial, Program BPNT Perlu Pengawasan

0
789

Bondowoso, SIGAP88 – Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyaluran bantuan sosial serta mewujudkan prinsip 4T (Tepat Sasaran, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, dan Tepat
Administrasi) dan mendorong keuangan inklusif, Presiden Republik Indonesia (RI) memberikan arahan agar bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non tunai (Ratas tentang Keuangan Inklusif tanggal 26 April 2016).

Melalui penyaluran bantuan sosial non tunai dengan menggunakan sistem perbankan, diharapkan dapat
meningkatkan transparansi dan akuntabilitas program penyaluran bantuan sosial sehingga mudah dikontrol, dipantau dan mengurangi penyimpangan.

Bantuan sosial non tunai yang diberi nama Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang saat ini sudah mulai disalurkan di Kabupaten Bondowoso, dimana dalam penyaluran BPNT, dilakukan oleh E Warung atau Agen BNI 46.

Tetapi dalam fakta dilapangan berdasarkan hasil investigasi DPC BARA JP  Bondowoso, banyak diketemukan dalam penyaluran BPNT yang tidak sesuai dengan petunjuk Teknis dan Petunjuk Umum penyaluran BPNT.

Ketua DPC BARA JP Bondowoso dikonfirmasi oleh wartawan SIGAP88 menyampaikan, “Banyak hal dalam penyaluran BPNT yang seyogyanya harus dilakukan oleh E Warung atau Agen BNI 46, tetapi dalam faktanya banyak pihak pihak yang tidak diperbolehkan berdasarkan petunjuk Teknis dan Petunjuk Umum yang ikut andil dalam penyaluran tersebut”.

“Dalam Sosialisasi BPNT oleh Sekretariat Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Republik Indonesia di Hal Prinsip Utama BPNT point ke 6 disampaikan
“Bank Penyalur bertugas menyalurkan dana bantuan ke rekening KPM dan tidak bertugas menyalurkan bahan pangan kepada KPM, termasuk tidak melakukan pemesanan bahan pangan” tetapi faktanya kami ketemukan hal tersebut di salah satu Kecamatan yang masuk di Dapil 5 Bondowoso”, ujar Ketua BARA JP Bondowoso.

Lebih lanjut Bang Juned menjelaskan, “Bukan hanya dari Oknum Bank Penyalur yang kami temukan, tetapi juga dari Oknum Pendamping Sosial seperti Pendamping PKH dan TKSK”.

“Dan juga dari pihak E warung atau agen BNI 46 banyak yang melakukan kesalahan yang tidak sesuai dengan petunjuk umum dan Petunjuk teknis BPNT, seperti misalnya dari kualitas Beras dan Penyaluran dalam bentuk paket”.

“Hal ini yang akan terus kami kembangkan dan akan berkoordinasi dengan Dinsos Bondowoso untuk meminta ketegasan Dinsos terhadap indikasi keikutsertaan Oknum Bank Penyalur maupun terhadap oknum pendamping sosial dalam pelaksanaan Program BPNT ini”, tegas Ketua BARA JP Bondowoso.

Sementara dari pihak Dinsos Bondowoso, ketika akan dimintai konfirmasi oleh wartawan SIGAP88 menyebutkan bahwasanya Kadinsos Bondowoso beserta kabid sedang takziah ke Banyuwangi. (Hamid)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE