DISPERTAHUTBUN Sumenep Gelar Workshop Penyusunan Program Penyuluhan Pertanian

0
102

Kenalkan Petani Dengan Teknologi, Angkat Produktivitas

Sumenep, SIGAP88 – Penyuluhan Pertanian terus ditingkatkan oleh Dinas Pertanian, Hutan dan perkebunan (Dispertahutbun) Kebupaten Sumenep Jawa Timur, kali ini, Dispertahutbun menggelar workshop di kantor Pertanian Bluto Kecamatan Bluto, Selasa,(25/09)

Work shop yang terselenggara di kantor Pertanian Bluto Kecamatan Bluto, dihadiri oleh Kepala Dispertahutbun Ir. Bambang Heriyanto M.Si, Kepala, Pelaksana Penyuluhan Pertanian Jumiyanto S.P dan Kepala Kordinator Pertanian Bluto Bambang Hari M juga segenap kelompok tani dan undangan se kecamatan Bluto.

Dalam kesempatan itu Kepala Dispertahutbun Kabupaten Sumenep Ir.Bambang Heriyanto M.Si menyampaikan dengan lugas bahwah, ini salah satu bentuk kongkrit program dari Pemerintah khususnya DISPERTAHUTBUN dalam rangka memberikan motivasi dan memberikan bimbingan Teknologi

“Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman dan bimbingan Teknologi agar mahir dalam tugas dan fungsi pokok sebagai penyuluh pertanian,
yang akhirnya akan lebih ditingkatkan sumber daya manusia bertani dalam rangka meningkatkan produksi pertanian,akan terus mendorong juga mendukung peningkatan produksi petani.”, kata Bambang.

Bambang Heriyanto menambahkan dalam meningkatkan petani khususnya meningkatkan produksi pertanian maka penyuluh memberikan motivasi kepada semua kelompok tani dan anggotanya yang kemudian petani membudidayakan komoditasnya secara benar dan tepat

“Tekhnologi di bidang pertanian semakin meningkat, maka sangatlah perlu untuk mengimbangi para sumber daya manusia bagi penyuluh terus ditingkatkan”, ungkap bambang

Di akhir penyampaiannya Bambang mengatakan bahwa, model petani harus modern dan sejahtera, maka dari itu para penyuluh memberikan pengetahuan tekhnologi bagaimana petani memahami kemajuan teknologi yang semakin meningkat.

“Untuk meningkatkan kapasitas dan penghidupan pedesaan, dan merupakan pendekatan dari bawah yang berdampak terhadap perubahan sosial—utamanya di kalangan warga pedesaan. Penggunaan teknologi baru memungkinkan petani beralih dari input konvensional/tradisional ke pertanian intensif berbasis ilmu pengetahuan yang presisi.” Bebernya

Sementara kepala pelaksanan penyuluhan pertanian Jumianto, SP mengatakan, Work shop ini bertujuan agar para penyuluh bisa dibekali dengan pengetahuan yang lebih matang lagi terkait dengan pertanian.

“Penyuluh merupakan garda terdepan dalam pertanian yang mempunyai tugas langsung bersentuhan dengan petani sehingga akan meningkatkan pengetahuan lara petani dalam meningkatkan hasil pertaniannya”, papar Jumiyanto.

Maka dengan hal itu para penyuluh harus peka dengan situasi dan kondisi di lapangan secara riil penyuluh harus paham dan tahu tentang kondisi daerah tersebut sehingga bisa memberikan masukan dan memberikan motivasi kepada para petani, semua tata cara dalam meningkatkan produksi.

“Peningkatan produktivitas bukan semata-mata untuk kepentingan data kepada atasan tetapi naiknya produksi ini harus ikut mengangkat kesejahteraan petani,”  pungkasnya (Min)

Komentar
Content Protection by DMCA.com