Disnaker Targetkan 2019 BLK di Pulau Kangean Bisa Beroperasi

0
452

Sumenep sigap88- Banyaknya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ilegal dari kepulauan Kangean Kabupaten Sumenep, Jawa timur ke luar Negeri membuat pemerintah kabupaten Sumenep merasa prihatin.

Sehingga pemerintah Sumenep melalui Disnaker melakukan langkah dengan mengadakan pelatihan kepada masyarakat kepulauan Kangean.

Kepala Dinas Tenaga Kerja kabupaten Sumenep, Drs Muhammad Fadillah, M.Si saat di temui di ruangan kerjanya Senin (30/07) menyampaikan bahwa pembangunan BLK yang berada di kepulauan Kangean, tepatnya di desa Pandeman Kecamatan Arjasa pembangunanya sudah Finising.

“Pembangunan yang pekerjaanya di laksanakan oleh Dinas PU Cipta Karya, mungkin sudah tahap Finising, dan nantinya akan di serahkan ke kami Disnaker”, jelas Fadillah.

Fadillah menambahkan kemungkinan pengoperasiannya akan di laksanakan tahun 2019 karena anggaran untuk pengadaan mobiler dari Pemkab Sumenep di tahun 2019.

“Pengoperasian BLK di kepulauan Kangean efektif di tahun 2019 sesuai dengan anggaran dari APBD sekitar kurang lebih 800 juta untuk rutin dan pelaksanaan pelatihan”, paparnya.

Petugas BLK akan di tetapkan oleh Bupati Sumenep dan kordinator BLK kepulauan Kangean dan KTUnya mengoptimalkan orang setempat (asli Pulau kangean).

“Kami dari kabupaten Sumenep setiap ada pertemuan di pusat berharap agar supaya mendapat dukungan dari APBN karena merupakan satu satunya di provensi Jawa timur yang mempunyai BLK di Kepulauan”, harap Fadillah.

Dengan adanya BLK di kepulauan Kangean akan meningkatkan SDM, skil dan keahlian untuk bekerja sehingga akan mengurangi masyarakat kepulauan Kangean menjadi TKI dan kalau masih berkeinginan menjadi TKI sudah pumya keahlian.

“Ada empat kejuruan nantinya yang akan di laksanakan di BLK Kangean seperti: Mobiler Mikanikal, Permesinan dan menjahit”, tukasnya. (Leh/Ain)

Komentar
Content Protection by DMCA.com